Suara.com - Sejumlah warga korban gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, masih bertahan di sejumlah posko-posko pengungsian di daerah itu.
Dari pantauan pada Sabtu (23/1/2021) sore di salah satu kamp pengungsi di kawasan Stadion Manakarra Mamuju terlihat, tenda-tenda pengungsi masih dipenuhi warga yang tetap bertahan karena khawatir masih terjadi gempa susulan.
"Saya bersama keluarga masih akan tetap bertahan di sini (Stadion Manakarra Mamuju) sampai ada pemberitahuan resmi dari pemerintah bahwa situasi betul-betul sudah aman," kata seorang pengungsi Amri.
Ia mengaku, sebagian warga yang sempat mengungsi di Stadion Manakarra Mamuju, bahkan mengungsi ke luar Kota Mamuju karena belum merasa aman
"Ada sebagian pengungsi yang ke luar Kota Mamuju, seperti Topoyo dan Karossa Mamuju Tengah karena khawatir dan selalu was-was akan terjadi gempa susulan," ujarnya.
Sementara, sebagian lagi lanjutnya, ada yang kembali ke rumah karena merasa sudah aman.
"Ada juga yang sudah pulang dan mulai membersihkan rumahnya. Tapi, mereka masih tidak berani tidur di dalam rumah tetapi tidur di teras rumah," tuturnya.
Sementara, salah seorang pengungsi di Kantor Bupati Mamuju juga mengaku lebih memilih tetap menempati tenda-tenda darurat dibanding kembali ke rumahnya yang juga retak akibat diguncang gempa.
"Kami masih memilih tinggal di sini (Kantor Bupati Mamuju) karena masih khawatir dan trauma kalau harus tinggal di rumah," ujar pengungsi tersebut.
Baca Juga: Sudah Jadi Hobi, Nikita Mirzani Nyumbang untuk Korban Bencana Alam
Ia mengaku, sudah banyak relawan yang memberikan bantuan, termasuk ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian tersebut cukup baik.
"Kalau bantuan Alhamdulillah selalu ada. Air bersih juga lumayan dan dapur umum juga sudah dibuat oleh TNI. Kami berharap, sudah tidak ada gempa lagi sehingga setelah masa tanggap darurat, kami bisa kembali ke rumah," ujarnya.
Berdasarkan pantauan Antara di lokasi pengungsian di kawasan Kantor Bupati Mamuju terlihat puluhan tenda-tenda darurat dirikan untuk menampung warga yang mengungsi akibat gempa.
Hampir seluruh halaman kantor Bupati Mamuju, termasuk pada bagian depan dan samping, berdiri tenda-tenda darurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
-
Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?
-
Warga Pulomas Menang Lawan Pemilik Lapangan Padel di PTUN, Mengapa Masih Beroperasi?
-
Dell Akui Baru Jual Chromebook Saat Ada Pengadaan Kemendikbud, Apa yang Terjadi Sebelumnya?
-
Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud