- Direktur PT Dell Indonesia bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa (24/2/2026) mengenai laptop Chromebook.
- Dell Indonesia baru menjual laptop Chromebook setelah adanya pengadaan dari Kemendikbudristek tahun 2021 sejumlah 110.812 unit.
- Total nilai penjualan 110.812 unit laptop Chromebook tersebut mencapai Rp358,5 miliar kepada tiga distributor.
Suara.com - Direktur PT Dell Indonesia (Dell), Alexander Vidi Firdaus mengaku pihaknya belum pernah memproduksi dan menjual laptop berbasis Chromebook, sebelum adanya pengadaan di Kemendikbudristek.
Hal itu disampaikan Alex saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Adapun, terdakwa dalam sidang kali ini yakni Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, serta Ibrahim Arief alias Ibam selaku tenaga konsultan.
"Ini di jawaban saudara, poin 8, 'sepengetahuan saya saat ini, PT Dell Indonesia tidak pernah melakukan penjualan laptop Chromebook sebelum adanya pengadaan dari Kementerian Pendidikan'?" tanya jaksa.
"Betul," jawab Alex.
"Jadi sebelumnya belum pernah jual Chromebook?" tanya jaksa.
"Belum pernah," jawab Alex.
"Baru pada saat pengadaan?" tanya jaksa.
"Berdasarkan dokumen yang saya baca, hanya pada saat pengadaan," jawab Alex.
Baca Juga: PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
Dalam kesaksiannya, Alex mengaku jika komponen yang digunakan untuk laptop Chromebook yang dijual PT Dell diproduksi sendiri di China.
Dia mengatakan total laptop Chromebook yang diproduksi di tahun 2021 sebanyak 110.812 unit.
"Ini kalau di BAP Saudara, 'pada bulan Maret sampai Juni 2021, kepada distributor kami yaitu PT Chis sebanyak 20 ribu unit, PT Virtus 80 ribu unit, PT Gyra sebanyak 10.812 unit. Dan jumlah laptop terjual yaitu 110.812 unit'. Benar itu?" tanya jaksa.
"Benar sesuai BAP," ucap Alex.
Jaksa kemudian membacakan BAP Alex terkait total penjualan untuk 110.812 unit laptop Chromebook tersebut. Total dari penjualan tersebut, bernilai Rp358,5 miliar.
"Di sini total penjualannya Rp 358.592.087.000 untuk 110.812 unit?" tanya jaksa.
"Betul," jawab Alex.
Sebelumnya, jaksa mendakwa Mul, Sri, Ibam merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun dalam perkara tersebut.
Jaksa mengatakan hasil perhitungan kerugian negara Rp 2,1 triliun ini berasal dari angka kemahalan harga laptop Chromebook sebesar Rp1,5 triliun.
Kemudian, dari pengadaan CDM yang tidak diperlukan serta tidak bermanfaat sebesar USD 44.054.426 atau sekitar Rp621 miliar
Berita Terkait
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kerry Riza Nilai Tuntutan Tak Berdasar, Jaksa Kukuh Minta 18 Tahun Penjara
-
Sekretaris Eks Mendikbudristek Sebut Nadiem Makarim Larang Rekam Semua Rapat Daring
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo