Suara.com - Narapidana di Inggris diberi bola busa oleh polisi untuk meredam stres ketika menjalani kurungan sebagai keringanan hukuman.
Menyadur The Sun, Senin (25/1/2021) tahanan di Kantor Polisi Wembley, London Utara, diberi bola busa untuk dimainkan saat berada dalam tahanan polisi.
Narapidana tersebut juga diberikan krayon, bantal goyang, dan teka-teki jigsaw Tetris agar mereka tidak stres di dalam sel.
Kebijakan tersebut akan dicoba selama empat bulan dan akan diluncurkan di lapas lain seiring dengan perkembangan.
Namun sejumlah pengamat memberikan kritik dan mengecam kebijakan tersebut sebagai "keadilan kepingan salju".
"Polisi terlalu fokus pada pelanggar, sementara para korban melihat terlalu banyak perampokan, perampokan dan kejahatan dengan kekerasan tidak terpecahkan," buka Mick Neville, mantan kepala inspektur detektif The Met.
"Barang-barang ini masih bisa digunakan untuk dilempar ke staf tahanan untuk mengalihkan perhatian atau melukai mereka - hampir tidak bermanfaat bagi polisi.
"Para petinggi The Met harus duduk di bantal goyangan mereka sendiri dan memutuskan apakah prioritas mereka adalah memerangi kejahatan atau mempromosikan skema yang benar secara politis." jelasnya.
Petugas mengatakan barang-barang tersebut diberikan sebagai dukungan kepada narapidana yang berada dalam kondisi stres atau sangat cemas.
Baca Juga: Varian Baru Virus Corona asal Inggris Lebih Mematikan
"Alat-alat ini dimaksudkan untuk menenangkan seseorang dan mencegah mereka melukai diri sendiri atau staf." ujar seorang juru bicara lapas.
Kepala Inspektur Russell Hughes berkata: "Setelah uji coba selesai, kami akan sepenuhnya meninjau tanggapan dari staf dan praktisi kesehatan untuk memahami manfaatnya."
Kebijakan tersebut mengikuti kritik pada tahun 2019 tentang grafiti yang dilukis di dinding untuk menenangkan narapidana di pusat tahanan di London Pusat.
Petugas tahanan di lapas Hertfordshire juga memberikan bola kepada narapidana di sel untuk menghilangkan stres.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor
-
Dirut IAT: Ada 7 Kru Pesawat ATR 42 yang Hilang di Maros
-
Antisipasi Banjir Rob hingga 20 Januari, Ancol Siagakan 68 Pompa Air
-
Menteri KKP: Tiga Personel PSDKP Hilang di Balik Kabut Maros
-
Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD DKI Sebar 2,4 Ton Garam untuk Halau Hujan Jakarta
-
Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru
-
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, TNI AU Terjunkan Helikopter Caracal Sisir Lokasi
-
Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir
-
Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini
-
Daftar Lengkap 6 Nama Korban Meninggal Dunia Tragedi Asap Tambang Pongkor Bogor