Dalam pidato Senat pada hari Selasa, Risch memperingatkan bahwa pembalikan pendekatan AS ke Iran tetap menjadi perhatian yang merepotkan bagi banyak legislator.
"Ada orang-orang di kedua sisi lorong yang memiliki keraguan nyata untuk kembali ke JCPOA, terutama jika tidak ada papan samping yang dipasang terlalu signifikan," kata Risch.
JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) adalah nama resmi untuk kesepakatan nuklir yang dicapai pada 2015 oleh Iran dengan AS, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman di bawah naungan Dewan Keamanan PBB.
Trump secara sepihak menarik diri dari pakta nuklir Iran pada tahun 2018 karena pemerintahannya mengejar strategi "tekanan maksimum" terhadap Teheran dan Iran.
Blinken mengatakan pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani setahun lalu "membuat kami kurang aman" di wilayah tersebut.
Blinken menyebut China sebagai tantangan kebijakan luar negeri utama AS dan mengatakan dia setuju dengan dorongan umum dari pendekatan yang lebih keras dari pemerintahan Trump.
"Prinsip dasarnya adalah yang benar," kata Blinken, menambahkan bahwa dia tidak setuju dengan beberapa langkah yang diambil Trump.
"Kami harus mulai dengan mendekati China dari posisi yang kuat," kata Blinken, yang akan membutuhkan "investasi dalam militer untuk memastikan kami dapat mencegah agresi apapun"
Baca Juga: Resmi Dilantik, Joe Biden Dikabarkan Siap Kerek Pajak Bensin
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
KPK Ingatkan WNA yang Jadi Direksi BUMN Wajib Lapor LHKPN 2025, Sindir Bos di Garuda Indonesia?
-
Layanan Merek Indonesia: Durasi Tersingkat dengan Biaya Paling Terjangkau
-
Rapat Bersama DPR, PPATK: Transaksi Judi Online di Indonesia Berhasil Ditekan Selama 2025
-
PPATK Kebanjiran Laporan: Ada 21 Ribu Transaksi Keuangan Per Jam Selama Hari Kerja
-
Ada MBG Berbasis Komunitas di Purwakarta, Perempuan Diminta Jadi Pengelola Gizi Keluarga
-
Rocky Gerung Sindir Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kritis: Tanda Pemerintah Sedang Cemas?
-
Pompa Saja Tak Cukup! Pramono Kaji Pembangunan 'Jalan Melayang' untuk Atasi Banjir Daan Mogot
-
Hasto Kristiyanto Ungkap Alasan PDIP Tetap Pertahankan Ambang Batas Parlemen
-
Lawan Banjir Daan Mogot, Pramono Anung Siapkan Pompa Stasioner Berkapasitas 7 Kali Lipat
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah