Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengurangi kabar bohong atau hoaks selama masa pandemi Covid-19.
Koordinator Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Anthonius Malau mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menjadi "polisi hoaks" di lingkungan pribadi.
"Marilah kita menjadi polisi hoaks di grup WhatsApp atau di grup Telegram yang bersifat privat itu, mari kita menjadi polisinya," kata Malau dalam jumpa pers virtual, Selasa (2/2/2021).
Masyarakat juga bisa melaporkan kabar hoaks kepada Kominfo untuk ditindaklanjuti verifikasi kebenarannya.
"Ketika ada suatu konten yang tersebar di grup WA atau grup Telegram itu kita jangan langsung percaya, kalau meragukan mari kirimkan konten tersebut ke Kominfo atau ke kanal yang tersedia atau ke pemerintah daerah Dinas Kominfo juga bisa," ucapnya.
Kominfo sendiri mencatat ada 1.402 kabar bohong atau hoaks terkait pandemi Covid-19 yang beredar di masyarakat selama satu tahun sejak 23 Januari 2020 sampai 1 Februari 2021 yang tersebar di 2.242 platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube.
Malau menyebut 104 orang (66 laki-laki dan 38 perempuan) penyebar hoaks covid-19 ditindaklanjuti ke ranah hukum pidana dengan rincian 17 tersangka ditahan, dan 87 tidak ditahan.
Selain itu, Malau mengungkapkan ada sebanyak 97 hoaks terkait vaksin Covid-19 yang ditemukan Kominfo.
"Sampai dengan 1 februari ada 97 hoaks tentang vaksin covid-19 tersebar di 280 platform media sosial, facebook tetap tertinggi, lalu Instagram, Twitter, YouTube, dan Tiktok," lanjutnya.
Baca Juga: Kominfo: Ada 1.402 Hoaks Covid-19, Paling Banyak di FB
Dia meminta seluruh masyarakat untuk terus waspada dan tidak mudah terpengaruh terhadap berita atau kabar yang belum dipastikan kebenarannya dengan melakukan cek dan ricek sebelum mengambil tindakan.
Berita Terkait
-
Kominfo: Ada 1.402 Hoaks Covid-19, Paling Banyak di FB
-
CEK FAKTA: Minum Teh Batang Lada Ampuh Sembuhkan Virus Corona
-
Kasus Pelajar SMP Sebut Dokter dan Perawat Goblok, Buang Hand Sanitizer
-
Deretan Video dr Tirta Semprot Covidiot Sebar Hoaks dan 4 Berita SuaraJogja
-
Heboh Foto Bayi Tewas karena Vaksin Covid Sinovac, Pemerintah: Hoaks!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji
-
Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix
-
Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake
-
Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan
-
Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini
-
4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam
-
Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut
-
Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik
-
Pemerintah Izinkan Pesantren Kelola Dapur MBG, Syaratnya Minimal 1.000 Santri
-
Dugaan Pelibatan Anak dalam Promosi Vape, DPR Minta Aparat Hukum Mengusut secara Tuntas