Suara.com - Upaya Agus Harimurti Yudhoyono untuk membentengi Partai Demokrat dari gerakan yang disebutnya sebagai usaha pengambilalihan kepemimpinan partai secara paksa mendapat dukungan dari pimpinan daerah yang masih setia padanya.
Di antaranya Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Ni'matullah, dia mengatakan telah meminta komitmen dari 24 ketua DPC untuk tetap tegak lurus pada AHY.
"Kami di Sulsel sudah sepakat untuk tidak mendukung gerakan di luar (kepemimpinan AHY)" kata Ni'matullah kepada Sulsel.Suara, Selasa (2/2/2021).
Ni'matullah yang juga menjabat wakil ketua DPRD Sulawesi Selatan menguatkan testimoni AHY, kemarin, bahwa memang ada gerakan untuk mengganti AHY -- lewat kongres luar biasa.
Ni'matullah mengatakan mereka telah mengajaknya untuk bertemu.
"Tapi saya sempat menolak secara halus karena saya tahu maksudnya. Sulsel ini yang paling solid mendukung (AHY)," kata dia.
Di Sulawesi Selatan, AHY adalah harga mati, kata Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali.
"Jadi memang sudah lama Demokrat ini mau diganggu. Posisi kami di Sulsel, apalagi Makassar, tetap harga mati untuk ketua AHY," kata Rasyid.
Dia meyakini ada eksternal yang sedang bermain dan tidak senang dengan Demokrat, apalagi survei Demokrat semakin melejit akhir-akhir ini dan membuat gundah.
Baca Juga: Geger Isu Kudeta, Marzuki Alie ke AHY: Tanda Pemimpin Gak Wise, Gak Pede
Seperti sudah diduga, setelah AHY menyampaikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat, Senin (1/2/2021), sejumlah kalangan bakal bereaksi, terutama petinggi negara yang diduga ikut terlibat mendukung gerakan.
Menteri Mahfud MD dan Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, juga beberapa elite yang pernah berada pada level tinggi Demokrat menegaskan tak ada sangkut paut dengan apa yang dinamakan gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie kepada Suara.com mengatakan, "Siapapun fitnah harus bertanggung jawab."
Dia menantang kalangan yang menuduhnya terlibat gerakan untuk memberi bukti. "Buktikan saja, kalau gak terbukti, mereka harus mundur," kata Marzuki, seraya menegaskan bahwa dia tidak terlibat.
AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa dan dia juga mengatakan gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo.
Berita Terkait
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Pendidikan AHY Dikulik, Caranya Tanggapi Tragedi KRL Dinilai Lebih Bijak dari Menteri PPPA
-
Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah
-
AHY Bakal Selidiki Dugaan Gangguan Sinyal di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
AHY Minta Evakuasi Gerbong KRL di Bekasi Timur Rampung Sore Ini, Target Malam Sudah Normal
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi