Suara.com - Kudeta militer terjadi di Myanmar, kabar ini langsung menghebohkan dunia dan berbagai negara mengecam tindakan tersebut. Sebelum tahu tentang penyebab gejolak politik di Myanmar tersebut. Alangkah lebih baiknya Anda juga paham apa itu kudeta militer.
Apa itu Kudeta Militer
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi.kemdikbud.go.id), kudeta adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa. Pada Britanicca, kudeta merupakan penggulingan secara kejam dan tiba – tiba terhadap pemerintah oleh kalangan kelompok kecil.
Secara singkatnya, kudeta adalah pergantian kekuasaan atau pemerintahan yang terjadi secara tiba-tiba. Kudeta jarang mengubah kebijakan sosial dan ekonomi secara fundamental terhadap suatu negara.
Syarat utama terjadinya kudeta adalah memegang kendali atas semua atau sebagian Angkatan bersenjata, polisi, dan militer lainnya.
Maka dari itu, kudeta berbeda dengan revolusi. Proses revolusi dicapai oleh sejumlah massa dalam jumlah besar dengan tujuan perubahan sosial, ekonomi dan politik.
Sementara kudeta jarang mengubah kebijakan sosial dan ekonomi fundamental dalam sebuah negara dan tidak langsung mengembalikan kekuasaan di antara kelompok politik yang bersaing ini.
Kudeta yang pernah dicatat pada era modern paling awal dilakukan oleh Napoleon Bonaparte. Ia menggulingkan pemerintahan Louis XVI karena krisis perekonomian pada masa itu di tahun 1799 silam dan juga Napoleon III membubarkan majelis Republik Kedua Prancis pada tahun 1851.
Jadi, pengertian kudeta militer adalah upaya perebutan kekuasaan pemerintah secara paksa yang dilakukan oleh pihak militer.
Baca Juga: Ada Konvoi Kudeta Militer, Wanita Myanmar Santuy Senam 'Ampun Bang Jago'
Kudeta Militer di Myanmar
Pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi bersama sejumlah tokoh Partai National League of Democracy (NLD) ditahan pada hari Senin (1/2/2021) setelah militer merebut kekuasaan dengan paksa melalui kudeta. Tidak hanya Aung San Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint juga turut ditangkap oleh militer Myanmar.
Militer Myanmar melakukan kudeta militer dan seluruh otoritas pemerintahan diberikan kepada komandan tertinggi dan keadaan darurat telah diumumkan.
Kudeta militer Myanmar terjadi karena didasari pada klaim dari pihak militer tentang kecurangan daftar pemilih dalam pemungutan suara yang memenangkan Aung San Suu Kyi. Militer juga mengatakan pemerintah gagal dalam menunda pemilihan karena masih dalam pandemi Covid-19.
Permasalahan kudeta militer berawal dari pemilu November 2020 yang merupakan pemilu kedua setelah keluar dari pemerintahan di bawah militer semenjak tahun 2011 silam. Pihak militer Myanmar menuduh kecurangan yang ada pada pemilu Myanmar November 2020, perolehan NLD jauh lebih besar dari yang diperkirakan.
Demikian penjelasan apa itu kudeta militer seperti yang terjadi di Myanmar. Sekarang kalian sudah paham? Jangan salah pemahamannya dengan revolusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap