Suara.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh umat Islam untuk tidak mempertentangkan ajaran agama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Keislaman dan kebangsaan itu tidak boleh dibenturkan, tidak boleh diperdebatkan, karena kita sudah punya kesepakatan bahwa dalam melaksanakan ajaran Islam harus atas dasar kesepakatan," kata Wapres Ma’ruf dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/1/2021).
Penerapan ajaran agama Islam di Indonesia, jelas Wapres, merupakan Islam yang utuh namun tetap dalam bingkai kesepakatan nasional, antara lain tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, yang terpenting saat ini ialah agar seluruh elemen bangsa menjaga kebhinnekaan dan kesepakatan nasional.
"Kita bersyukur pendiri bangsa ini meletakkan dasar-dasar kesepakatan, sehingga Bhinneka Tunggal Ika itu sebagai semboyan berbangsa dan bernegara. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mengawal kebhinnekaan ini, menjaga kesepakatan-kesepakatan ini," jelasnya.
Wapres juga mengatakan isu-isu yang berkembang di media sosial tentang radikalisme, intoleransi dan ujaran kebencian merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama oleh seluruh masyarakat.
Stabilitas nasional dan keutuhan bangsa harus terus dijaga dengan menjaga kerukunan dan toleransi antarwarga, sehingga cita-cita Indonesia menjadi negara maju dapat segera tercapai.
"Menjadi kewajiban kita untuk terus mengawal ini, atas berbagai keriuhan-keriuhan yang ada di media sosial, berbagai ujaran kebencian, sikap-sikap intoleran, itu memang akan selalu ada; dari masa ke masa selalu ada tantangan ini," katanya.
Wapres berharap seluruh masyarakat dapat menempatkan kerukunan dan toleransi antarmasyarakat menjadi prioritas dalam hidup berbangsa dan bernegara.
"Upaya-upaya yang kita lakukan dalam menjaga keutuhan bangsa ini harus menjadi sesuatu yang kita prioritaskan. Tanpa kerukunan dan toleransi, kita tidak bisa membangun menjadi negara maju," ujarnya. (Antara)
Baca Juga: Pakai Dinar-Dirham, Wapres Maruf Sebut Pendiri Pasar Muamalah Menyimpang
Berita Terkait
-
Ingatkan Warga NU, Maruf Amin: Jangan Rebutan Tambang, Hati-hati Terjerat
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project
-
Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula
-
BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan