Suara.com - Militer Malaysia menyita 402 kg sabu senilai hampir Rp 55 miliar di tepi Sungai Golok di Kampung Lubok Stol, Rantau Panjang pada Senin (8/2).
Menyadur Harian Metro, Selasa (9/2/2021) barang haram tersebut tersimpan di 10 karung yang ditaksir nilainya mencapai 16,1 juta ringgit (Rp 55 miliar).
Barang terlarang tersebut ditinggalkan di tepi sungai oleh dua orang begitu mereka menyadari kehadiran pertugas dari Batalion 4 Resimen Perbatasan.
Komandan Brigade 8 Brigadir Jenderal Zamsari Abu Hassan mengatakan, dalam patroli yang dilakukan anggotanya pada pukul 10 pagi waktu setempat, terlihat dua pria asal Thailand menyeberangi sungai menggunakan perahu menuju ke tebing.
"Mereka kemudian terlihat mengangkut benda-benda dari perahu ke tepi sungai dan begitu mereka menyadari keberadaan aparat, kedua pria itu langsung kabur dengan perahu.
"Dari penggeledahan di tepian sungai ditemukan 10 karung hitam berlabel teh merek Guanyinwang berisi 402 kg sabu yang diselundupkan dari Thailand," ujarnya saat jumpa pers di Markas Polisi Wilayah (IPD) Pasir Mas.
Zamsari mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima, semua sabu tersebut akan dijual untuk pasar lokal, termasuk beberapa negara bagian di luar Kelantan.
Ia menuturkan, seluruh barang sitaan diserahkan ke IPD Pasir Mas yang diwakili Kapolres, Asisten Kompol Mohamad Roy Suhaimi Sarif untuk ditindaklanjuti.
Menurut Zamsari, obat terlarang ini banyak diminati konsumen oleh karena itu para penyelundup dan distributor berani mengambil risiko.
Baca Juga: Porsche Siap Bangun Pabrik di Malaysia, Indonesia Dapat Jatah Nggak Nih?
Biasanya operandi yang dilakukan adalah mengangkut barang dengan perahu dan diletakkan di tepi sungai sebelum orang lain mengambilnya, ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan
-
Tersangka Korupsi Kini 'Dilindungi' dari Konferensi Penetapan KPK Imbas KUHAP Baru
-
Kronologi Suap Pajak KPP Madya Jakut: Diskon Rp59 M Dibarter Fee Miliaran Berujung OTT KPK
-
Cuaca Hari Ini: Hujan Terjadi Hampir di Berbagai daerah dari Banten Sampai Yogyakarta
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra