News / Nasional
Kamis, 26 Februari 2026 | 11:49 WIB
Anggota Polsek Candipuro menggendong siswa SD menyeberangi banjir lahar dingin Semeru di Sungai Regoyo untuk pergi ke sekolah, Selasa (24/2/2026). (Polres Lumajang)
Baca 10 detik
  • Polisi Lumajang membantu siswa SD menyeberangi Sungai Regoyo akibat derasnya lahar dingin Semeru.
  • Bantuan ini merupakan respons cepat setelah insiden sebelumnya melibatkan siswa terseret arus sungai berbahaya.
  • Petugas tidak hanya menggendong anak sekolah, tetapi juga membantu warga dewasa melintasi sungai dengan aman.

Suara.com - Pemandangan dramatis tersaji di aliran Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang. Di tengah derasnya terjangan lahar dingin Gunung Semeru, sejumlah personel kepolisian rela basah kuyup dan melawan arus demi memastikan anak-anak sekolah sampai ke tujuan dengan selamat.

Anggota Polsek Candipuro, Polres Lumajang, turun langsung ke lapangan untuk membantu para pelajar dan warga menyeberangi sungai yang kini menjadi jalur maut akibat tingginya intensitas hujan di hulu.

"Tiga personel Polsek Candipuro bergantian menggendong siswa SD Negeri 03 Jugosari asal Dusun Sumberlangsep saat menyeberangi sungai demi masuk sekolah," kata Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis (26/2/2026).

Langkah ini bukan tanpa alasan. Kehadiran polisi di tengah sungai yang meluap merupakan respons cepat atas insiden memilukan yang terjadi sebelumnya.

"Peristiwa terseretnya bocah SD bersama ayahnya saat melintas di Sungai Regoyo itu menjadi perhatian serius jajaran Polres Lumajang, sehingga anggota Polsek Candipuro diterjunkan guna mencegah terulangnya kejadian serupa," tuturnya.

Menurut Ipda Suprapto, hal itu sebagai langkah antisipasi dan upaya pencegahan setelah kejadian seorang siswi yang sebelumnya terseret banjir lahar hujan Semeru saat hendak berangkat sekolah pada Senin (23/2).

Sungai Regoyo selama ini menjadi urat nadi warga. Para pelajar terpaksa melintasi sungai tersebut karena merupakan satu-satunya akses tercepat menuju sekolah, meski bahaya lahar dingin selalu mengintai saat cuaca ekstrem.

Tak hanya menggendong anak-anak, para petugas juga berjibaku membantu warga dewasa dan pengendara motor.

"Selain membantu para pelajar, personel Polsek Candipuro juga sigap menolong warga yang hendak melintas untuk beraktivitas dengan menuntun pejalan kaki satu per satu agar tetap seimbang," katanya.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter

Untuk kendaraan roda dua, petugas bahu-membahu mendorong motor warga agar tidak tergelincir masuk ke dalam derasnya arus. Aksi ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri sebagai pelindung masyarakat di wilayah rawan bencana.

“Melihat kondisi arus Sungai Regoyo yang cukup deras dan membahayakan, anggota Polsek Candipuro langsung turun membantu masyarakat. Alhamdulillah, anak-anak yang hendak berangkat sekolah dapat menyeberang dengan aman," katanya.

Ipda Suprapto menjelaskan bahwa Polres Lumajang berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat bencana guna memberikan rasa aman dan menjamin kelancaran aktivitas warga.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap memberikan peringatan keras mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Apabila kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilintasi, diharapkan menunda aktivitas demi keselamatan bersama,” ujarnya. (Antara)

Load More