Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan awal kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada 9 Januari 2021.
Setelah Flight Data Recorded (FDR) diteliti, hasilnya KNKT menemukan terdapat masalah pada tuas pengatur tenaga mesin atau biasa disebut autothrottle.
Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menerangkan, masalah pada autothrottle terjadi setelah pesawat berusaha naik keketingian 13.000.
"FDR merekam ketinggian tertinggi SJY182 yaitu 10.900 kaki. Kemudian pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif (disengage) ketika arah pesawat di 016*," kata Nurcahyo saat melaporkan hasil investigasi secara daring, Rabu (19/2/2021).
Dia melanjutkan, "Sikap pesawat posisi naik (pitch up), dan pesawat miring ke kiri (roll). Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang sedangkan yang kanan tetap."
"FDR mencatat autothrottle tidak aktif (disengage) dan sikap pesawat menunduk (pitch down). Sekitar 20 detik kemudian, FDR berhenti merekam data," tambah dia.
Namun demikian, Nurcahyo belum memastikan, permasalahan yang pada autothrottle disebabkan kerusakan pada komponen tersebut atau bukan.
Ia menyebut, kondisi autothrottle saat itu sangat berlainan. Karena, autothrottle sebelah kiri terus mundur jauh, sedangkan sebelah kanan tak bergerak alias macet.
"Ini yang kita belum tahu apakah ada kerusakan di autothrottle. Autothrottle mendapatkan masukan dari 13 komponen lain terkait. Jadi yang muncul terlihat penyebabnya komponen yang mana kami belum bisa menentukan. Yang kami lihat autothrottle-nya bergerak masalahnya di mana belum bisa ditentukan. Jadi apa yang terjadi kami belum tahu malasahnya apa," jelas dia.
Baca Juga: Akhirnya KNKT Ungkap Penyebab Tenggelamnya Kapal MV Nur Allya
Dalam hal ini, Nurcahyo juga masih menunggu CVR ditemukan. Dengan begitu, ia bisa tahu apa pembicaraan dan tindakan pilot saat autothrottle bermasalah.
"Kenapa pilot enggak bisa recover, ini juga pertanyaannya. Kalau CVR sudah ketemu ini bisa diketahui. Ada masalah apa ini juga pertanyaan kami juga," kata dia memungkasi.
Berita Terkait
-
Akhirnya KNKT Ungkap Penyebab Tenggelamnya Kapal MV Nur Allya
-
AirNav Ungkap Percakapan Terakhir Pilot sebelum Sriwijaya SJ182 Jatuh
-
BMKG Akui Sempat Ada Peringatan Dini Cuaca Buruk sebelum SJ182 Terbang
-
KNKT: Sebelum Jatuh, Pilot Sriwijaya Air SJ182 Minta Ganti Arah
-
KNKT Klaim Sriwijaya Air SJ 182 Tak Meledak di Udara Sebelum Jatuh
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Gagal Sewa Gedung di Gunawarman, Perusahaan Ini Ditipu Rp2 Miliar Akibat Penipuan Sewa Gedung
-
Lahan Papua Cuma Dihargai Rp300 Ribu, Yorrys Raweyai: Itu Tidak Manusiawi
-
Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus
-
Alarm Bahaya RUU HAM, Korban Terancam Kehilangan Pengawas Independen
-
Prabowo Kurban 1.098 Sapi Pakai Duit APBN, MUI: Bagus Untuk Rakyat
-
Kemhan Klarifikasi Kabar Bandara Kertajati jadi 'Markas' Hercules AS: Masih Rencana
-
Plastik Makanan Minuman Dominasi Sampah Laut di 112 Negara, Apa Solusinya?
-
Siasat Licik Host Akun K Cari Cuan, Paksa Talent Live Vulgar Pakai Kedok Challenge
-
'Kemunduran Kronis!' Ahli di MK Bongkar Arus Balik Repolitisasi Militer di Indonesia
-
Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia, Zulhas Langsung Takziah