Rover penjelajah bertenaga surya itu diperkirakan akan beroperasi selama beberapa bulan, mencari air di bawah permukaan sebagai tanda-tanda kehidupan di bawah permukaan planet.
Nantinya rover tersebut akan menjelajah Mars bersama dengan rover penjelajah dari AS, yaitu Perseverance Mars 2020 milik NASA dan helikopter Ingenuity yang menyertainya.
Instrumen pada Tianwen-1 dan rover penjelajah Wahana Tianwen-1 membawa 13 "muatan".
Muatan bisa berarti satelit komunikasi atau satelit observasi. Muatan tersebut jadi instrumen penting misi ini. Misalnya, ada kamera penginderaan jarak jauh dan radar yang mendeteksi bawah permukaan (SPR) yang dipasang pada rover penjelajah ketika ia dilepas dari orbiter dan mendarat di permukaan Mars.
Seperti namanya, tujuan ilmiah utama SPR adalah menyelidiki kondisi bawah permukaan Mars untuk menentukan ketebalan dan formasi penyusunnya.
Berat rover penjelajah sekitar 200 kilogram. Karena rover digerakkan oleh tenaga surya, pendaratan di belahan utara planet dirasa tidak cukup mendukung.
Rover penjelajah akan menyelidiki permukaan Mars dengan bantuan radar, melakukan analisis kimia di tanah, dan mencari biomolekul serta tanda-tanda kehidupan biologis.
Berlomba membawa sampel batuan Mars
Dilaporkan bahwa jika berhasil mendaratkan rover penjelajahnya di Mars, Cina hanya akan menjadi negara kedua yang melakukannya.
Baca Juga: Dipimpin Perempuan, Misi Luar Angkasa Emirat Sukses Masuki Orbit Mars
Tapi itu tidak sepenuhnya benar. Memang benar banyak negara yang telah mencoba dan gagal, termasuk Eropa dan Jepang.
Juga benar bahwa Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang memiliki rekam jejak pendaratan yang relatif konsisten di Mars, secara independen.
Tetapi Amerika juga pernah berkolaborasi dalam misi Mars.
Misi InSight, misalnya, adalah laboratorium in-situ yang menyelidiki aktivitas seismik di Mars. Dan itu tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama dengan Eropa.
NASA juga bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) dalam mengembangkan misi pengembalian sampel untuk membawa sampel murni pertama dari Mars ke Bumi.
Penjelajah Perseverance Mars 2020, yang dijadwalkan mendarat pada 18 Februari, dipandang sebagai langkah pertama menuju tujuan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa
-
Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin
-
Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia
-
Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
-
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata
-
Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah
-
Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan