Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung mengomentari adanya survei yang hasilnya menyebut PDIP memiliki elektabilitas atau tingkat penerimaan lebih tinggi daripada partai lainnya.
Rocky Gerung tidak menyalahkan hasil survei tersebut. Hanya saja, dia mengatakan hal itu sebagai sinyal palsu karena cukup banyak kritik terdengar terkait PDIP. Khususnya soal korupsi Bansos.
"Survei itu jadi sinyal palsu PDIP masih kuat segala macam. Coba baca kualitas (PDIP) itu di WA emak-emak," ujar Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com pada Rabu (25/2/2021) dari tayangan dalam kanal YouTube miliknya.
Rocky Gerung tak menampik bahwa keberadaan survei bersifat penting. Namun, kata dia harus dibarengi dengan evaluasi kualitatif agar tidak berbahaya dan hanya menjadi data palsu belaka.
Dalam hal ini, Rocky Gerung menyinggung masa Orde Baru (Orba) yang menampilkan elektabilitas Soeharto tinggi tetapi bisa dilengserkan.
"Survei itu penting, tapi kalau tidak dievalusasi kualitatif berbahaya karena akan kasih data palsu. Sama dengan Orba. Gak ada gunanya survei kalau gak diikuti survei kualitatif misalnya FGD. Survey kecil tapi ada kualitas," terangnya.
"Survei menunjukkan memang PDIP di atas, tapi bukan survei persepsi. Masa PDIP disebut sebagai partai paling korup bertahun tapi surveinya di atas," sambung Rocky Gerung.
Lebih lanjut, Rocky Gerung menduga reaksi yang muncul saat partai politik lain tahu PDIP memiliki angka elektabilitas tinggi.
Menurut dia, bisa jadi beberapa partai geleng-geleng kepala. Bahkan ada kader di dalam partai yang tidak habis pikir.
Baca Juga: KPK Telisik Ada Korupsi Pengaturan Barang Kena Cukai di Bintan
"Begitu survei timbul, Nasdem pasti geleng-geleng kepala, Demokrat pasti saling lirik. Bahkan dalam PDIP menganggap berlebihan betul. Padahal sejumlah tokoh di PDIP ada yang bilang gak bener, pencitraan berlebih pada partai itu," tukas Rocky Gerung.
Soal korupsi, Rocky Gerung mengklaim masyarakat dunia telah mengutuk Indonesia sebagai negara paling korup.
Oleh sebab itu, dia berharap para pembuat survei untuk lebih kritis dan peka, termasuk menunjukkan persepsi korupsi Indonesia tinggi dan dihubungkan dengan hal lain secara logika.
"Sekarang tinggal dihubungkan pakai logika, persepsi itu tinggi karena apa? Ya dari fakta PDIP yang panen koruptor. Itu gampang sekali dibuktikan," tandas Rocky Gerung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!