Suara.com - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, yang juga kader PDI Perjuangan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Ini menambah daftar kader partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri ditangkap karena kasus korupsi.
Peneliti Politik dari Forum Formappi Lucius Karus mengatakan peristiwa ini bakal berpengaruh pada elektabilitas PDI Perjuangan dalam Pilpres 2024 mendatang.
“Dulu ketika Demokrat berkuasa selama 10 tahun ada banyak kadernya yang juga terlibat praktek korupsi. Hukuman politikpun terjadi, suara partai kian menurun dari pemilu satu ke pemilu lain,” kata Karus kepada Suara.com, Sabtu (27/2/2021).
Sebelum Nurdin, ada sejumlah nama politisi PDI Perjuangan yang terjaring OTT KPK. Buronan Harun Masiku terkait kasus suap KPU dan yang terakhir mantan Menteri Sosial Juliari Batubara terkait dugaan suap Bansos Covid-19.
Karus menuturkan, sebagai parpol penguasa PDI Perjuangan harus segera meningkatkan integritas para kadernya. Hal ini bertujuan mengamankan posisi mereka pada kontestasi pemilihan presiden 2024.
“Jika PDIP sebagai parpol berkuasa tak juga menegakkan integritas anggotanya di waktu yang akan datang, dan masih muncul satu dua kader yang tertangkap karena korupsi, maka hukuman berupa menurunnya kepercayaan publik sangat mungkin akan terjadi,” ujarnya.
“Karena parpol yang tak mampu mengendalikan kadernya dari praktek korupsi harus siap pula dihukum publik,” tambahnya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bersama lima orang lainnya diciduk penyidik KPK atas dugaan kasus korupsi.
Nurdin Abdullah dijemput di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Jalan Jendral Sudirman Kota Makassar sekitar pukul 03.00 Wita, Jumat (26/2/2021).
Hingga saat ini, Nurdin bersama lima orang lainnya masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, sejak sekitar pukul 09.45 WIB.
Baca Juga: Profil Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel Ditangkap KPK
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Bareskrim Turunkan Tim ke Sumbar Bidik Tambang Emas Ilegal, Ada Aktor Besar yang Diincar?
-
Banjir Arteri, Polisi Izinkan Sepeda Motor Masuk Tol Sunter dan Jembatan 31
-
Datangi Bareskrim, Andre Rosiade Desak Polisi Sikat Habis Mafia Tambang Ilegal di Sumbar!
-
Banjir Jakarta Meluas, 22 RT dan 33 Ruas Jalan Tergenang Jelang Siang Ini
-
Air Banjir Terus Naik! Polda Metro Jaya Evakuasi Warga di Asrama Pondok Karya
-
Curanmor Berujung Penembakan di Palmerah Terungkap, Tiga Pelaku Dibekuk di Jakarta hingga Cimahi
-
Diduga Tak Kuat Menampung Guyuran Hujan, Plafon SDN 05 Pademangan Timur Ambruk
-
Nadiem Hadapi Putusan Sela, Bebas atau Lanjut ke Sidang Pembuktian Kasus Korupsi Rp2,18 Triliun?
-
Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet
-
Kekerasan Anak Masih Tinggi, PPPA Dorong Sekolah Jadi Ruang Aman