Suara.com - Politikus Senior yang dipecat secara tidak hormat dari Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun mengatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingkari fakta sejarah.
Dengan bersaksi atas nama Tuhan, Jhoni Allen mengatakan SBY tidak sama sekali berkeringat atau bahkan mendarah-darah demi berdirinya Partai Demokrat.
Hal itu diutarakan oleh John Allen dalam video berdurasi sembilan menit yang ramai tersebar di berbagai platform media sosial. Salah satunya dibagikan lewat saluran YouTube Sidoel Jak.
Jhoni Allen angkat bicara soal Partai Demokrat yang menurutnya kini dikenal sebagai partai dinasti dan oligarki. Kata dia, hal itu mulai dirasakan sejak KLB Partai Demokrat pertama di Bali pada 2013.
"Bapak SBY menjadi Ketua Umum dan anak kandungnya Edhi Baskoro Yudhoyono sebagai Sekjen. Ini baru pertama kali di Indonesia bahkan di dunia yang mana pengurus Partai Politik, bapaknya ketum dan anaknya sekjen," papar Jhoni seperti dikutip Suara.com.
"Sejatinya SBY telah melakukan pengingkaran fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat," sambungnya dilanjutkan dengan menjelaskan proses terbentuknya Partai Demokrat.
Jhoni Allen kemudian bersumpah atas nama Tuhan bahwa SBY tidak terlibat dalam pembentukan Partai Demokrat sebagaimana klaim beredar.
Dia menjelaskan bahwa SBY baru bergabung dengan Partai Demokrat setelah verifikasi KPU, selepas memasukkan Anie Yudhoyono sebagai salah satu wakil Ketua Umum.
"Demi Tuhan saya bersaksi, SBY tidak berkeringat sama sekali apalagi mendarah seperti pernyataan di berbagai kesempatan," tegas Jhoni.
Baca Juga: Buka-bukaan Isi Amplop Hasil Nikahan, Wanita Ini Syok Dapat Uang Rp 1.000
"SBY bergabung dengan Partai Demokrat setelah verifikasi KPU, setelah memasukkan Almarhumah Ani Yudhoyono sebagai salah satu wakil Ketum dan hanya menjumbang 100 juta. SBY setelah mundur dari kabinet Megawati baru muncul di Bogor," lanjut dia yang mengaku menjadi ketua panitia kala itu.
Melihat hal tersebut, Jhoni Allen menegaskan bahwa SBY bukan pendiri Partai Demokrat. Justru dia menuding SBY melakukan kudeta terhadap Anas Urbaningrum.
SBY - Anas Urbaningrum
Jhoni Allen menuding SBY melakukan kudeta terhadap posisi ketua umum Demokrat yang kala itu dipimpin Anas Urbaningrum, sekitar tahun 2013.
Jhoni menceritakan, SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat kala itu membentuk presidium untuk menanggapi Anas Urbaningrum yang terbelit kasus hukum tapi belum berstatus sebagai tersangka. Anas kala itu duduki jabatan sebagai ketum partai hasil Kongres II Demokrat di Bandung 2010.
"SBY selaku ketua dewan pembina PD dan juga Presiden RI mengambil kekuasaan Anas Urbaningrum dengan cara membentuk Presidium dimana ketuanya SBY, wakil ketua Anas Urbaningrum yang tidak memiliki fungsi lagi menjalankan roda partai Demkrat sebagai Ketum. Inilah kudeta yang pernah terjadi di PD," kata Jhoni.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Pengamat: Dasco Baca Situasi Dunia, Maka Jadi 'Arsitek Pertemuan' Prabowo-Mega
-
Ini Prediksi yang Bakal Dialami AS-Israel Pasca Pengangkatan Mohammad Bagher Zolghadr
-
Gus Ipul Kunjungi Pesantren Pendiri NU, Sosialisasikan Agenda Muktamar
-
Benjamin Netanyahu Diserang Orang Kepercayaan: Jubir Sindir Tas Mewah Sara Netanyahu
-
Terbongkar! Prancis dan 2 Negara Eropa Dituding Diam-diam Bantu AS Bombardir Iran
-
Yaqut Sempat Jadi Tahanan Rumah, Jubir Hingga Pimpinan KPK Dilaporkan ke Dewas
-
Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Terminal Kalideres Dipantau Ketat Selama Arus Mudik Lebaran
-
Mendagri Ungkap Penyebab Antrean BBM di Kalbar, Panic Buying Gegara Hal Ini
-
Stok Bahan Bakar Tinggal 45 Hari Lagi! Filipina Tetapkan Status Darurat