Suara.com - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menyinggung tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan anggota DPR RI beserta keluarga sebagai kelompok yang memotong antrean penerima vaksin Covid-19. Bukan menjadi sebuah tindakan kriminal, namun kondisi itu tentu bersinggungan dengan etika.
Pandu mengatakan bahwa pembagian kelompok berdasarkan umur dan pekerjaan itu akan lebih adil. Seperti yang sudah berjalan sejak awal, para tenaga kesehatan dan penduduk lanjut usia (lansia) mendapatkan giliran paling pertama sebagai kelompok penerima vaksin.
"Kenapa? Karena umur itu yang menentukan resiko daripada penularan. Kemudian jenis pekerjaan tertentu juga bisa. Makanya nakes, kemudian nanti guru, dan baru kemudian kelompok-kelompok lainnya," kata Pandu dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (3/3/2021).
Pandu pun kecewa ketika melihat ada kelompok yang 'menyela' antrean pembagian vaksin. Salah satunya ialah para koruptor yang ditahan oleh KPK.
Menurutnya mereka tidak perlu mendapatkan vaksin lebih dahulu lantaran posisinya tengah diisolasi. Ia juga kebingungan alasan para tahanan kasus korupsi itu malah mendapatkan kesempatan lebih dahulu untuk divaksin.
"Kenapa harus diprioristakan? mentang-mentang tadinya pejabat tinggi? Atau mereka punya pengaruh? Atau mereka punya uang? Enggak boleh itu, enggak etis," tuturnya.
Pandu juga menyentil kelompok anggota DPR RI beserta keluarganya yang turut mendapatkan vaksin lebih cepat.
Ia menyebut kalau mereka sudah memotong antrean pembagian vaksin.
"Mungkin enggak banyak (jumlah penerimanya) tetapi itu menyakitkan. Ya, masih banyak... orang tua saya aja yang 95 tahun belum kebagian (vaksin)," ungkapnya.
Baca Juga: Beredar Video Antrean Lansia Terima Vaksin di BBPK Jakarta, Ini Kata Polisi
Melihat situasi tersebut, Pandu berharap kalau pemerintah bisa menciptakan keadilan dalam proses pembagian vaksin. Pembagian vaksin Covid-19 dikatakannya juga menjadi salah satu ujian bagi pemimpin negara untuk memperlihatkan keberpihakannya.
"Jadi bagaimana pemerintah, bagiaman pemimpin kita menangani pandemi itu adalah ujian leadership dan ujian keberpihakan keapda publik."
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung