News / Nasional
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:25 WIB
Presiden Jokowi / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden RI]

Suara.com - Presiden Joko Widodo kembali menekankan pentingnya aspek pencegahan dan mitigasi bencana sebagai kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.

"Selalu saya sampaikan berulang-ulang pencegahan, pencegahan, jangan terlambat, jangan terlambat," kata Jokowi dalam peresmian pembukaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Jokowi menuturkan aspek pencegahan dan mitigasi penting dilakukan, agar bisa melakukan antisipasi yang terencana dengan baik.

"Jangan sampai kita hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi," ujarnya.

Karena itu, kata Jokowi, kebijakan nasional dan kebijakan di daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana di daerahnya. Pasalnya ia tak ingin ketika ada bencana, semua pihak saling menyalahkan.

"Karena itu kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan ada bencana baru kita pontang-panting, ribut atau bahkan saling menyalahkan. Yang sepeti itu tidak boleh terjadi," tuturnya.

Tak hanya itu, Kepala Negara menyebut pemerintah telah memiliki Rencana Induk Penanggulangan bencana 2020-2024 melalui Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2020.

"Poin pentingnya bukan hanya berhenti dengan memiliki grand design dalam jangka panjang, tapi grand design itu harus bisa diturunkan dalam kebijakan-kebijakan, dalam perencanaan-perencanaan. Termasuk tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana," tutur dia.

"Serta tentu saja dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebijakan dan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja. Ini yang juga sudah berulang-ulang saya sampaikan," sambungnya.

Baca Juga: Terungkap! Maruf Amin Ternyata Tak Dilibatkan dalam Rumuskan Perpres Miras

Load More