Suara.com - Empat orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan kasus penyerangan dan pembunuhan atas terdakwa John Kei Cs, Rabu (3/3/2021). Mereka adalah Albert T, Yosef T, Richard Calvin, dan Chairul Uma.
Mula-mula, majelis halim mempersilahkan Yosef untuk bersaksi terlebih dahulu. Sosok Yosef merupakan keponakan dari Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, korban penyerangan sekaligus eks anak buah John Kei.
Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Yosef mengaku sempat mendapat perintah dari John Kei. Perintah tersebut adalah menghabisi nyawa sang paman, yakni Nus Kei.
Yosef menyebut jika ia dihubungi oleh John Kei dan diminta untuk menghadap. Tak hanya itu, sempat digelar sebuah rapat dalam usaha menghabisi nyawa Nus Kei pada Maret 2020.
"Pertama-tama merencanakan terhadap pembunuhan om saya, Nus Kei," kata Yosef menjawab pertanyaan hakim ketua Yulisar yang bertanya perihal rapat.
Yosef melanjutkan, perintah untuk membunuh Nus Kei keluar langsung dari mulut John Kei. Dengan berat hati, Yosef mengaku mengatakan kata 'siap' dihadapan John Kei.
"'Apakah kamu siap bunuh? Berani membunuh Nus Kei? Dengan berat hati saya katakan siap," papar Yosef.
Hakim ketua Yulisar pun memastikan apakah benar sosok John Kei memberi perintah untuk melakukan pembunuhan. Yosef tanpa ragu membenarkan hal tersebut
"Saudara menerima perintah dari John Kei untuk membunuh Nus Kei?," tanya hakim Yulisar.
Baca Juga: Ciri Pembunuh Gadis Bandung di Hotel Kediri Terungkap, 2 Kondom Jadi Bukti
"Iya," kata Yosef.
Yosef mengatakan, dia dan dua orang lainnya terlebih dahulu melakukan survei ke kediaman Nus Kei di kompeks Green Lake City, Tangerang. Bahkan, pada kali ketiga menyambangi lokasi, Yosef sempat bertemu dengan istri Nus Kei.
"Kami datang lagi ke rumah Nus Kei untuk panggil, tapi Nus Kei tak ada di rumah. Istrinya ngomong ke saya, 'om kamu sedang di luar'," beber Yosef.
Singkat cerita, Yosef mengurungkan niat untuk membunuh sang paman. Dia yang sudah sejak 2006 bekerja untuk John Kei memilih untuk tidak menuruti perintah atasannya.
"(Keluar jadi anak buah John Kei) karena saya tidak memenuhi perintah untuk om saya," pungkas Yosef.
Berita Terkait
-
Geger! Mayat Korban Pembunuhan Dibuang ke Jurang di Karo
-
Ciri Pembunuh Gadis Bandung di Hotel Kediri Terungkap, 2 Kondom Jadi Bukti
-
Sidang Pembunuhan John Kei Digelar Siang ini, Agenda Saksi dari Jaksa
-
Hari Ini, PN Jakbar Kembali Gelar Sidang Kasus John Kei
-
Duka Netizen Buat Mira Yuri, Gadis Bandung yang Tewas di Hotel Kediri
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli