Suara.com - Seorang ayah di India tega menghabisi nyawa putrinya sendiri "demi kehormatan" setelah dia kawin lari dengan pacarnya yang tidak direstui keluarganya.
Menyadur The Sun, Sabtu (6/3/2021) Shankar Lal Saini (50), membunuh putrinya yang bernama Pinki hanya beberapa hari setelah dia kawin lari dengan kekasihnya, menyusul pernikahan paksa dengan pria lain.
Polisi India mengatakan Pinki sebelumnya dijodohkan dengan seorang pria yang ia tidak sukai pada 16 Februari tetapi kembali ke rumah orang tuanya tiga hari kemudian.
Gadis 18 tahun tersebut kemudian melarikan diri dengan pacarnya Roshan Mahawar (24) ke Jaipur dan menikah pada 21 Februari.
Lima hari kemudian pasangan itu muncul di hadapan Pengadilan Tinggi Rajasthan di mana para pejabat memerintahkan mereka diberi perlindungan polisi, menurut The Indian Express.
Mereka kemudian pulang ke Dausa pada 1 Maret tetapi keluarga Pinki berhasil melacak lokasinya dan segera membawanya pulang.
Ketika sang ayah "secara paksa" berhasil menculiknya, ia kemudia terlibat cekcok hingga tega mencekik putrinya hingga tewas.
Pencarian diluncurkan untuk menemukan Pinki, tetapi Saini akhirnya menyerahkan diri kepada polisi segera setelah itu dan mengaku membunuh putrinya.
Petugas menemukan jasad Pinki di rumahnya dan mengatakan penyebab kematian tampaknya "tercekik".
Baca Juga: Viral Polisi Paksa 4 Gadis Menari Telanjang, Pemerintah Turun Tangan
Kasus pembunuhan telah didaftarkan terhadap Saini, yang ditahan di Polres Kotwali, dan kemungkinan keterlibatan orang lain sedang diselidiki.
Pengacara Pinki dan Roshan menyalahkan "kelalaian besar" polisi atas pembunuhan itu karena mereka terikat oleh Pengadilan Tinggi untuk melindungi pasangan itu.
Setelah penculikan Pinki, keluarga Roshan memulai proses pidana terhadap 11 orang, termasuk ayah Pinki, paman, dan kerabat lainnya.
Mereka menuduh bahwa Saini dan "15 sampai 20 orang lainnya" telah secara paksa membawanya pergi, juga menggunakan kata-kata diskriminatif dan merusak rumah mereka.
Nawal Singh Sikarwar, yang mewakili Pinki dan Roshan di pengadilan, mengatakan: "Ini adalah kelalaian besar polisi bahwa meskipun perintah Pengadilan Tinggi memberikan perlindungan kepada pasangan tersebut, Pinki diculik dan dibunuh.
"Pasangan itu telah mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka mengkhawatirkan keselamatan mereka, dan ingin hidup satu sama lain atas kehendak bebas mereka sendiri."
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gercep Bangun Mobil Transparan Request Prabowo, Pindad: Tunggu Tanggal Mainya
-
Terseret Kasus Korupsi, Noel Ebenezer Ngaku Menyesal Pernah Jadi Wamenaker
-
Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar
-
DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel
-
Tanya Dolar ke Menkeu, Prabowo-Purbaya Ngobrol soal Fondasi Ekonomi
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK