Suara.com - Seorang ayah di Turki yang tega menembak putrinya sebanyak 20 kali hingga tewas dijatuhi hukuman kurungan seumur hidup.
Menyadur The Sun, Jumat (5/3/2021) insiden tersebut bermula ketika tersangka bernama Mustafa Ali Yilmaz menabrak mobil putrinya di tengah jalan di Balikesir, Turki.
Korban yang diketahui bernama Gulnur Yilmaz (28), seorang dokter umum, sedang melakukan perjalanan dari Balikesir ke Antalya untuk mempersiapkan ujian bersama dua temannya pada 27 Juni 2019.
Ayahnya mengikutinya menggunakan mobil dan di tengah jalan dilaporkan menabraknya hingga keluar dari jalan raya. Menurut media lokal, dia menyeret putrinya keluar dari mobil untuk bertanya keberadaan ibunya.
Ketika Gulnur menolak untuk memberitahu keberadaan ibunya, pria 69 tahun tersebut menembaknya dengan 20 peluru, 11 di antaranya di kepalanya.
Pria tersebut kemudian melarikan diri dari tempat kejadian dengan berjalan kaki tetapi segera ditangkap oleh polisi setempat beserta pistol yang dimilikinya.
Mustafa sekarang menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti melakukan pembunuhan.
Ibu korban yang bernama Gulden Yilmaz, bercerai dari pria itu pada Januari 2020.
Dalam persidangan di Pengadilan Kriminal Tinggi Balikesir Burhaniye, Yilmaz dikabarkan mengaku mengalami gangguan mental.
Baca Juga: Demi Uang Asuransi Rp 800 Juta, Suami Nekat Dorong Istri ke Jurang
Pengadilan telah menunda mendakwanya untuk menunggu evaluasi psikologis dari terdakwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok