Suara.com - Sebuah di kota di Jepang bangkit dari keterpurukan akibat bencana tsunami satu dekade lalu berkat sebuah stroberi dengan harga Rp 140.000 untuk satu buahnya.
Menyadur Straits Times, Kamis (11/3/2021) Kota Yamamoto, lima jam berkendara dari Tokyo, adalah rumah bagi sekitar 12.000 penduduk dan mengandalkan lebih dari setengah hasil pertaniannya pada stroberi.
Kota tersebut adalah bagian dari prefektur Miyagi, salah satu wilayah utama negara itu yang memproduksi buah-buahan.
Pada bulan Maret 2011, gempa bumi memicu tsunami besar yang menyapu 97 persen rumah kaca yang menanam stroberi di kota itu. Air laut menyapu sebagian besar lahan pertanian, membuatnya terlalu asin untuk bercocok tanam.
Pasca bencana, kota tersebut mendorong perusahaan untuk membantu membangun kembali. Diantaranya adalah GRA Inc., sebuah startup yang didirikan empat bulan setelah bencana oleh cucu seorang petani stroberi setempat.
Perusahaan meningkatkan produktivitas dengan mengkonsolidasikan lahan pertanian dan melengkapi rumah kaca dengan teknologi pendingin dan lampu pertumbuhan LED.
Proyek tersebut mendapat pengakuan nasional - bahkan mendorong Perdana Menteri Shinzo Abe berkunjung pada 2014.
Salah satu hasil pertaniannya adalah stroberi merek Migaki-Ichigo, yang dijual seharga 1.080 yen (Rp 142.000) per buah di department store kelas atas Tokyo.
Pada 2017, produksi stroberi di Yamamoto kembali ke tingkat sebelum tsunami, data pemerintah daerah menunjukkan, dan kota itu memperkirakan produksi akan terus meningkat.
"Yamamoto sekarang memproduksi lebih banyak stroberi dibandingkan sebelum bencana," kata Keita Takahashi, penduduk asli kota yang bekerja di GRA membantu petani.
Baca Juga: Suporter Asing Bakal Dilarang Hadir di Olimpiade Tokyo 2021, Ini Alasannya
"Ada perasaan bahwa kita benar-benar mencapai pemulihan dari bencana tersebut." sambungnya.
Tidak setiap kota di Jepang dapat bangkit kembali dari bencana Tohoku dengan begitu mudah. Di prefektur Fukushima, di mana gempa bumi memicu kehancuran di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Dai-Ichi, pemerintah sedang berjuang untuk mengembalikan situasi.
GRA memproduksi 400 ton stroberi di seluruh jaringannya setiap tahun, dan termasuk di antara para pendukungnya yakni Innovation Network Corp of Japan dan NEC Corp.
Juni lalu, startup tersebut mengumpulkan 330 juta yen (Rp 43 miliar) dalam putaran Seri B, sehingga total pendanaan menjadi 850 juta yen (Rp 112,3 miliar) sejak didirikan. Perusahaan mengatakan uang itu akan digunakan untuk menarik petani baru dan meningkatkan penjualan di luar negeri.
Buah kelas atas memiliki sejarah panjang di Jepang, di mana buah seperti melon, beri, dan anggur sering digunakan sebagai hadiah.
Pada lelang tahun lalu, 108 buah stroberi dijual dengan harga 1,5 juta yen (Rp 198 juta), sekitar Rp 1,8 juta per buah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi