Suara.com - Kementerian Sosial RI melalui Balai Disabilitas Phala Martha di Sukabumi, Jawa Barat, merespon cepat kasus R, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah dipasung oleh orang tuanya selama tujuh tahun.
Kemensos bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya, Yayasan Darul Ihsan untuk menangani kasus ini sekaligus membantu pemulihan korban.
“Balai Phala Martha menerjunkan Tim Pekerja Sosial merespon kedaruratan, asesmen, bersinergi dan berkoordinasi dengan instansi terkait menangani kasus R,” ujar Kepala Balai Phala Martha, Cup Santo di Sukabumi, Sabtu (19/3/2021).
Pekerja Sosial Umar Khaerudin dan tim merespon kedaruratan dan advokasi sosial dan berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Tasikmalaya, Sekda, Dinsos Tasikmalaya, Dinkes, serta RSUD Kabupaten Tasikmalaya yang kemudian memutuskan kasus R ditangani secara bersama-sama.
Adapun pihak Kemensos bersama Pemda Kabupaten Tasikmalaya, telah mengunjungi Yayasan Darul Ihsan Kota Tasikmalaya untuk memastikan kondisi R yang terbaru.
"Soal R biarlah tinggal di sini, Darul Ihsan untuk menjalani rehabilitasi sosial bersama dengan teman-teman yang lainnya,” ucap Maman.
Usai tinggal di Yayasan, menurut Maman, R tampak lebih sehat dengan penampilah yang bersih. Kendati demikian, gadis itu masih sulit ketika diajak berkomunikasi.
Sementara Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menyebut kronologis pembebasan dan evakuasi R ODGJ korban pasung dari rumahnya di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya ke Yayasan Darul Ihsan Kota Tasikmalaya.
Kondisi R mengalami gangguan jiwa dan keterbelakangan intelektual, sehingga terpaksa orang tuanya memasung korban selama tujuh tahun, karena kekurangmampuan ekonomi keluarga untuk mengobati dan mengasuhnya.
Baca Juga: Mensos Minta Jajarannya Kembangkan Kualitas Unit Pelayanan Teknis
Pekerja sosial, Umar mengapresiasi KPAID Kabupaten Tasikmalaya dan Darul Ihsan Kota Tasikmalaya yang memberikan layanan kemanusiaan terhadap R.
Yayasan Darul Ihsan menyatakan siap bekerja sama dengan Balai Phala Martha di Sukabumi sebagai mitra kerja dalam layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi para penyandang disabilitas mental.
Selain itu, tim Kemensos memberikan bantuan bagi R berupa makanan, pakaian layak pakai, serta peralatan untuk mandi yang dititipkan pada pihak yayasan.
Berita Terkait
-
Kejar Target Penyaluran Bantuan Tunai, Kemensos Dorong Perbaikan Data
-
Optimalkan Tugas Kemensos, Risma Minta Izin DPR untuk Relokasi Anggaran
-
Pembangunan Berkeadilan, Kemensos akan Buka Akses Internet untuk Warga 3T
-
Cair Maret 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar Bansos Tunai KPM DTKS Kemensos
-
1.800 ASN di Kemensos Ikuti Program Vaksinasi Covid-19
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
7 Warna Cat Dinding Terbaik untuk Kamar Tidur Sesuai Prinsip Feng Shui
-
Jet Tempur Israel Jatuhkan Bom ke Gaza, 2 Warga Palestina Luka Parah
-
7 Cara Membedakan Parfum Asli dan Palsu, Jangan Tergiur Harga Murah
-
IHSG Nyaman di Level 6.000, Saham WIFI Melesat
-
7 Jenis Sabun Muka Cetaphil Sesuai Kebutuhan Kulit, Jangan Salah Pilih!
-
Usai Rumahnya Digeledah, Anggota BPK Bobby Adhityo Diperiksa KPK
-
Serang Balik! dr Tifa Sebut Jokowi Tak Pernah Ngaku Lulusan UGM Sebelum Kasus Ijazah Palsu
-
Penelitian Baru Ungkap Akar Budaya Toalean di Sulawesi Selatan
-
Review The Oddysey: Saat Nolan Mengubah Mitologi Jadi Potret Trauma Manusia
-
Aset Melonjak Jadi Rp2.250 Triliun, Fundamental BRI Kian Kokoh