Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon pada Kamis (25/3/2021) hari ini.
Jokowi yang mengenakan baju putih dan masker putih, datang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Jokowi pun langsung meninjau vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi para petugas atau pekerja publik di pelabuhan yang terdiri atas pegawai dari PT Pelni, PT Pelindo, dan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).
Setelah itu Jokowi langsung meninjau Pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau yang melayani pelayaran kapal peti kemas dan penumpang.
Kemudian Jokowi akan meninjau vaksinasi massal bagi para tokoh agama, tenaga pengajar dan kependidikan, hingga pekerja publik di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. J. Leimena, Kota Ambon.
Nantinya RSUP pertama di kawasan Indonesia Timur tersebut akan diresmikan Jokowi.
Setelah itu berdasarkan agenda Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden,
Jokowi akan menuju Kediaman Raja Hitu, Kabupaten Maluku Tengah, untuk memantau vaksinasi massal yang juga dilakukan di lokasi tersebut.
Tak jauh dari lokasi vaksinasi di Kediaman Raja Hitu, tepatnya di Dermaga Huseka'a Hitu, Jokowi diagendakan untuk berdialog dengan perwakilan kelompok nelayan, penjual ikan, dan para pedagang pasar setempat.
Usai agenda kunjungan kerja tersebut, Jokowi bersama rombongan terbatas akan kembali menuju Jakarta.
Baca Juga: Jokowi - Ma'ruf Segera Rapat Bahas Ketentuan Mudik Lebaran 2021
Berita Terkait
-
Jokowi - Ma'ruf Segera Rapat Bahas Ketentuan Mudik Lebaran 2021
-
Eks Jubir Gus Dur: di Kabinet Jokowi Sedang Ada Lomba Coreng Wajah Bosnya
-
Jokowi Perintahkan Budi Karya Buka Rute 2 Kali Seminggu di Bandara Kuabang
-
Jokowi: Saya Ingin Pastikan Distribusi Vaksin Merata Sampai ke Pelosok
-
Sebut Ada yang Cari Panggung Soal Impor Beras, Arief Poyuono Sindir Siapa?
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang
-
Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China
-
Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
-
PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi
-
Divonis 4 Tahun Bui, Korupsi Pendidikan di Masa Pandemi Perberat Hukuman Ibam
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Hilmar Farid: Ada Gap Pengetahuan Antara Jaksa dan Nadiem Makarim di Kasus Chromebook