Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membentuk tim satuan tugas untuk membantu pemulihan korban bom Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Segala kebutuhan terkait pemulihan medis hingga psikologis korban akan ditanggung oleh negara.
Kepala Seksi Pemulihan Prasarana Korban Terorisme BNPT Nurturyanto mengatakan hal itu sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Menurutnya, BNPT juga berkewajiban memberikan hak pemulihan bagi korban terorisme.
"Paling utama sekali saat ini adalah hak-hak perawatan medis, karena kami lihat kemarin para korban lukanya sangat parah, banyak luka bakar," kata Nurturyanto dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).
Menurut Nurturyanto, pihaknya telah menginventarisasi apa saja kebutuhan bagi korban bom Gereja Katedral Makassar sejak Senin (29/3) kemarin. Selain, menjamin biaya pengobatan dan pemulihan psikologi korban, BNPT juga akan memberikan bantuan berupa pendampingan kewirausahaan.
"Hak yang lain seperti nanti pasca perawatan, ada yang namanya pendampingan kewirausahaan itu yang sudah kami lakukan kemarin bersama Densus 88,” katanya.
Korban
Sebuah ledakan sebelumnya terjadi di pintu Gerbang Gereja Katedral Makassar Minggu (28/3) pagi. Ledakan tersebut berasal dari pelaku bom bunuh diri.
Polri menyebut pelaku berjumlah dua yang merupakan sepasang suami-istri. Mereka terafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Keduanya melakukan aksi bunuh diri dengan menggunakan sepeda motor matik.
Akibat peristiwa itu, 20 orang dilaporkan terluka. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit sekitar Makassar.
Baca Juga: Kutuk Teror Bom di Makassar, Anggota DPR Minta Masyarakat Jangan Takut
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tak menutup kemungkinan akan ada penambahan korban luka lainnya.
"Mungkin masih akan bertambah kalau nanti ditemukan lagi orang-orang yang melapor karena terluka dari ledakan tersebut," kata Mahfud saat jumpa pers seperti dikutip dari laman YouTube Kemenko Polhukam RI, Minggu (28/3) malam.
Puluhan orang yang terluka tersebut di antaranya merupakan masyarakat dan petugas kemanan Gereja Katedral Makassar.
"Sekitar 20 orang masyarakat dan petugas keamanan Gereja Katedral luka sehingga mereka ini dirawat diberbagai rumah sakit," ujarnya.
Sementara dua orang tercatat meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Keduanya merupakan pelaku bom bunuh diri.
"Sampai sekarang tercatat mengakibatkan 2 orang yang diduga pelaku bom bunuh diri tewas," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan