Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berpesan kepada pihak kepolisian untuk tidak ragu dalam memberantas terorisme.
Menurutnya ada dalil Alquran yang memperkenankan mengusir orang-orang yang berbuat gaduh dan melakukan kekerasan.
Said Aqil menjelaskan dalil yang dimaksud ialah Ayat 60 Alquran Surah Al Ahzab yang berbunyi la`il lam yantahil-munfiqna wallana f qulbihim marauw wal-murjifna fil-madnati lanugriyannaka bihim umma l yujwirnaka fh ill qall.
Menurutnya, arti dari ayat tersebut ialah perintah terhadap Nabi Muhammad SAW untuk mengusir orang-orang yang membuat gaduh di Madinah. Nabi Muhammad SAW diminta untuk tidak mengajak mereka duduk dan tinggal bersama di Madinah.
Berangkat dari ayat tersebut, Said Aqil meminta pihak kepolisian juga tidak perlu ragu-ragu memberantas pelaku-pelaku teror yang mengancam keselamatan masyarakat.
"Ini jelas sekali ayatnya, orang bikin gaduh, orang yang menyimpang dari komitmen kebersamaan kita kebangsaan, Pancasila kita usir mereka itu, itu perintah Alquran itu jangan ragu-ragu. Walhasil, Alquran dengan tegas tidak boleh ada kekerasan dengan mengatasnamakan agama," kata Said Aqil saat membuka Webinar Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial, Selasa (30/3/2021).
Said Aqil lantas bercerita soal sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Hassin Al Khosroji yang memiliki anak tetapi enggan masuk Islam. Anaknya sudah dirayu, dinasihati, terus diajak tetapi tetap tidak mau masuk Islam. Akibatnya, Ayahnya pun marah dengan memberikan ancaman bakal membunuh sang anak apabila tidak menuruti perintahnya.
Alhasil, turun lah ayat Alquran yang mengatakan kalau tidak boleh ada kekerasan dalam agama. Kata Said Aqil, untuk hubungan sedarah saja misal Ayah dan anak itu tidak boleh menggunakan kekerasan, ancaman ataupun teror. Apalagi terhadap orang yang tidak dikenal.
"Ini jelas ajaran Islam yang sangat manusiawi, yang sangat mendambakan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat ini," tuturnya.
Baca Juga: Isi Wasiat Pelaku Bom di Makassar: Minta Keluarga Bayar Tunggakan di Bank
Sementara untuk pelaku-pelaku teror, Said Aqil menganggap kalau mereka hanya sebuah kelompok kecil namun sangat nyaring, nekat, berani mati demi masuk surga.
"Nah, kita yang mayoritas tidak ingin cepat mati, itu bedanya di situ. Mereka ingin cepat mati, ingin cepat ketemu bidadari," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
Jakarta Darurat Lapangan Padel 'Bodong', 185 Bangunan Tak Berizin Terancam Ditertibkan Satpol PP
-
Vonis Korupsi Tata Kelola Minyak: Eks Dirut Pertamina International Shipping Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi