Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut kalau bahaya laten di tanah air bukan kehadiran Partai Komunis Indonesia (PKI). Akan tetapi, ajaran radikalisme dan terorisme yang terus mengancam kehidupan bangsa dan negara.
Said Aqil mengungkapkan hal tersebut setelah adanya aksi amaliyah yang dilakukan suami istri di depan gerbang Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3/2021).
"Mohon maaf saya mengatakan bukan PKI bahaya laten kita, tapi radikalisme, terorisme yang selalu mengancam kita sekarang ini," kata Saiq Aqil saat membuka Webinar Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Kehaharmonisan Sosial, Selasa (30/3/2021).
Apalagi menurut kabar yang diterima Said Aqil, masih terdapat enam ribu pelaku terorisme yang masih berkeliaran. Ia meyakini pelaku-pelaku terorisme itu masih dari jaringan teroris Filipina Selatan dan Poso.
Lebih lanjut, Said Aqil menyinggung jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang mengkafirkan siapapun yang tidak sejalan dengan pemahaman mereka. Ia menerangkan kalau JAD merupakan lanjutan dari aliran radikalisme takfiri yang didirikan oleh Syekh Syukri Ahmad Mustofa pada 1969.
Pemeluk paham takfiri ini menghalalkan darah siapapun termasuk agama Islam. Mulai dari membunuh Presiden Mesir Anwar Sadad pada 3 Oktober 1981, membuhuh Menteri Agama Mesir Syekh Husein dan membunuh wartawan Yusuf.
"Dan tahun kemarin ngebom masjid lagi salat jumat, 860 orang wafat meninggal syuhada karena mereka menganggap walaupun lagi salat mereka itu kafir. Inilah JAD," ungkapnya.
Aliran JAD disebut Said Aqil berbeda dengan aliran Jaringan Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir yang hanya menyasar warga non muslim untuk dihabisi. Menurutnya, aliran JAD mirip seperti yang dilakukan oleh ISIS.
"Termasuk katanya yang menusuk pak Wiranto dan yang mengebom masjid salat Jumat, (penyerangan) di Polresta Cirebon beberapa tahun yang lalu, itu Jaringan Ansorut Daulah kelanjutan dari jemaah takfirhijrah mirip atau pas seperti ISIS yang mereka lakukan," imbuhnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Bakal Sebar Duta Damai, Ajarkan Anak Sekolah Tidak Radikal
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Bakal Sebar Duta Damai, Ajarkan Anak Sekolah Tidak Radikal
-
Doa Paus Fransiskus Untuk Indonesia Usai Diguncang Bom Makassar
-
Sejumlah Negara Ikut Mengecam Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Makassar
-
Ada Dana Hampir Setengah Milyar, Ini Peran Saefullah Otak Bom Makassar
-
Usai Insiden Bom Makassar, Polres Tabanan Razia Mobil Boks
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Dokumen Fisik Mulai Ditinggalkan, Peruri Dorong Transaksi Properti Lebih Cepat
-
Sempat Diwarnai Semprotan Merica, Warga Pukul Mundur Massa Aksi di Simpang Gramedia Jogja
-
Xiaomi 18 Fold Siap Mengguncang Pasar HP Lipat: Bawa XRING O3, Layar Lebar, dan Baterai 6.000 mAh
-
Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok
-
7 Cara Memakai Sunscreen untuk Pria Brewok agar Krim Tidak Menyangkut di Bulu Wajah
-
HGII Tegaskan Komitmen Menuju Pasar Modal Hijau, Kapasitas Energi Ditargetkan 100 MW pada 2031
-
Emiten POLI Incar Bisnis Hotel Kelas Menengah
-
Makin Viral Jelang 9.9! Kolaborasi Shopee bersama Naykilla & Tenxi Ramai Dibicarakan Netizen
-
Setengah Abad Semrawut, 614 Pedagang di Kramat Jati Kini Dapat Lokasi Baru
-
Demo Berujung Bentrok di Simpang Gramedia Jogja, 6 Mahasiswa Dilarikan ke RS Panti Rapih