Suara.com - Seorang pencuri mengalami serangan jantung saat beraksi. Ia diduga kaget karena melihat gepokan uang dalam jumlah yang sangat besar.
Menyadur Times of India Jumat (04/02), pencuri di Uttar Pradesh ini justru menghabiskan sebagian besar uang hasil curian untuk biaya pengobatan.
Semua ini terungkap ketika salah satu pencuri diinterogasi oleh polisi. Ia mengatakan telah mencuri bulan lalu di daerah Kotwali Dehat.
Inspektur Polisi Bijnor, Dharam Veer Singh mengatakan dua pencuri masuk ke pusat layanan publik milik Nawab Haider pada tengah malam, antara tanggal 16 dan 17 Februari.
Pemiliknya melaporkan kejadian ini sembari menyebut kerugian hingga 700 ribu rupee. Jika dikonversi ke rupiah, uang itu hampir senilai Rp 140 juta.
Berdasarkan hasil penelusuran polisi, dua pencuri itu berhasil ditangkap pada hari Rabu. Pelakunya bernama Naushad dan Ejaz yang berusia sekitar 30 tahun.
Saat interogasi, salah satunya mengaku kaget karena jumlah uang yang mereka dapatkan lebih banyak dari perkiraan sehingga mengalami serangan jantung.
Kisah unik lain yang dialami maling saat beraksi juga terjadi di Morelia, Meksiko. Kepala pencuri nyangkut di pagar besi sebelum beraksi menggasak rumah korban. Ia terjebak nyaris tiga jam dalam posisi yang menyakitkan itu.
Ia akhirnya dibebaskan oleh tiga petugas polisi yang menggunakan pemotong baut untuk mengiris jeruji besi. Seorang petugas menyeret pria itu ke atap datar dan memborgolnya.
Baca Juga: Kepala Maling Nyangkut Saat Beraksi: Keluarkan Aku dari Sini, Tolong!
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend