Suara.com - Seorang maling di Morelia, Meksiko bernasib apes karena kepalanya nyangkut di pagar besi sebelum beraksi menggasak rumah korban. Ia terjebak nyaris tiga jam dalam posisi yang menyakitkan itu.
Menyadur Daily Mail Rabu (24/03), pria ini memanjat jeruji besi agar bisa masuk ke rumah target melalui halaman. Namun aksinya tak berlansgung mulus.
Dia berakhir terjebak dengan badan berada di bawah jeruji namun kepalanya terjepit dengan hanya satu tangan menahan sisa tubuhnya.
Dia berusaha mencari posisi paling nyaman untuk bertahan dan jongkok di sudut pagar dengan kaki di atas tembok beton. "Dia seperti tikus yang terjebak dalam perangkap," ujar saksi mata.
Pria ini bertahan dalam posisi canggung itu selama nyaris tiga jam sampai layanan darurat tiba di tempat kejadian. Wajahnya terliat sangat memelas dan meminta pertolongan.
Ia akhirnya dibebaskan oleh tiga petugas polisi yang menggunakan pemotong baut untuk mengiris jeruji besi. Seorang petugas menyeret pria itu ke atap datar dan diborgolnya.
Salah satu petugas mengacungkan senapan dan yang lain turun dari atap dengan sambil jungkir balik. maling apes ini langsung digiring ke dalam mobil polisi untuk menjelaskan situasinya.
Hal seperti tak cuma sekali terjadi, sebelumnya ada maling apes yang tewas terhantam jendela besar di rumah targetnya. Benda itu tiba-tiba menutup tanpa sempat diantisipasi.
Pria ini menghembuskan napas terkahir di rumah korban yang mewah tanpa sempat menikmati hasil curiannya.
Baca Juga: Apes! Ketakutan Lihat Orang Saat Mencuri, Maling Tewas Kecebur Sungai
Ada juga maling yang tak sengaja menelepon 911 karena tak sadar menduduki ponsel saat beraksi. Operator menyambungkan panggilan itu pada polisi sementara mereka menuju tempat kejadian.
"Kami menerima telepon yang merinci semua kekonyolan mereka hingga mendengar patroli kami tiba untuk menangkap mereka," cuit OwKepala Inspektur John Owen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak