Suara.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyoroti soal penyerapan gabah saat menghadiri panen raya padi di Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia meminta semua pihak untuk melakukan penyerapan gabah secara baik demi menjaga harga.
Hadir bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi serta jajaran Bulog dan unsur lainnya, Syahrul memastikan kontribusi pangan dari Karawang berjalan dengan baik.
"Karawang itu adalah Kabupaten terbaik di bidang pertanian. Karena itu saya berharap kepada semua yang terkait untuk melakukan penyerapan gabah secara baik, sehingga kita bisa menjaga harga dengan stabil," ujar Mentan, Jum’at (2/4/2021).
Syahrul bilang, masa panen raya harus bisa dijadikan sebagai momentum yang pas dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta membangun sektor pertanian yang berkelanjutan. Terkait hal ini, ia berharap, Kabupaten Karawang menjadi lokomotif atas peningkatan produksi padi di Provinsi Jawa Barat.
"Saya ingin mengatakan bahwa besok Karawang adalah contoh yang baik dari sisi produksi maupun serapan gabah. Saya berharap daerah lain juga menjaga produktivitas seperti ini, sehingga nantinya bermuara pada kesejahteraan rakyat," katanya.
Bicara pertanian, menurut Syahrul, bukan lagi bicara teori yang berujung pada perdebatan panjang. Pertanian adalah praktik nyata yang harus menggunakan pendekatan lapangan.
"Biasakan implementasi, jadi kita dapat kepastian berapa jumlah yang diproduksi. Saya memiliki tugas untuk memastikan produktivitas kita tidak terganggu dari berbagai gejolak, termasuk pandemi Covid-19," katanya.
Panen raya yang berlangsung di kurang lebih 548 Kabupaten dan 7.600 Kecamatan saat ini, jelas Syarul, dalam kondisi baik, di mana produksi yang dihasilkan rata-rata mampu menyuplai terhadap kebutuhan pangan nasional.
"Secara umum produktivitas kita sebenarnya dalam keadaan baik, walaupun bulan depan saat terjadi kekeringan kita harus bekerja dengan baik," katanya.
Baca Juga: Mentan dan Menko PMK Lepas Ekspor Komoditas Tani Senilai Rp220,4 Miliar
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi mengapresiasi kinerja jajaran Kementan yang berhasil menjaga produksi padi selama musim tanam 2020 dan musim panen 2021. Meski demikian, Demul, begitu sapaan akrab Dedi Mulyadi meminta Bulog segera melakukan penyerapan secara maksimal.
"Pak menteri pertanian (Syahrul Yasin Limpo) ini sangat konsen membela petani, sampai-sampai berjibaku dengan terik matahari. Tepuk tangan dong untuk pak menteri," kata Demul yang disambut gemuruh tepuk tangan para petani.
Menurut Demul, sejauh ini permintaan petani hanya ingin kondisi harga gabah di lapangan berjalan stabil. Karena itu, perlu adanya perhatian serius, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan unsur lainya yang terlibat dalam proses produksi dan penyerapan.
"Makanya Komisi IV meminta kepada Kementan dan jajaran stakeholder lainya untuk menjaga harga gabah ini agar para petani senang. Mereka kan tidak neko-neko mintanya, hanya ingin harga gabah berada di angka 7.500. Tentu ini bisa dilakukan jika semua pihak bergerak bersama," tutupnya.
Sebagai informasi, luas baku sawah di Kabupaten Karawang mencapai 101.962 hektare dengan luasan panen mencapai 181.915 hektare.
Adapun produksi padi pada tahun 2020 mencapai 1.087.874 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 624.992 ton beras. Sedangkan provitas padi di tahun yang sama mencapai 5,98 ton perhektare dengan angka surplus mencapai 352.839 ton atau 56,45 persen.
Berita Terkait
-
Mentan dan Menko PMK Lepas Ekspor Komoditas Tani Senilai Rp220,4 Miliar
-
Mentan Minta Semua Hasil Petani Diserap dan Jadi Stok Beras Nasional
-
Kementan Raih Silver Winner Sub Kategori Media Sosial
-
Ada Pupuk Subsidi, Mentan : Petani Bisa Hadapi Musim Tanam dengan Tenang
-
Pertanian Modern, Mentan Dorong Mahasiswa Polbangtan Medan Lakukan Ini
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir