Suara.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksamana Muda (Purn) Soleman Ponto menyebut perkembangan kelompok teroris di Indonesia terjadi karena pengawasan terhadap peredaran senjata tajam, senjata api, dan bahan kimia tidak serius dilakukan pemerintah.
Soleman menyebut selama ini banyak orang yang membeli bahan peledak atau senjata yang lolos pengawasan aparat sehingga kelompok teroris semakin berkembang.
"Mari kita awasi peredaran senjata, mesiu, alat-alat yang dapat dimanfaatkan untuk membuat bom, sekarang kan kita tidak pernah mengawasi bahan kimia itu siapa saja yang beli dalam jumlah besar," kata Soleman dalam diskusi crosscheck, Minggu (4/4/2021).
Dia menilai teroris yang sudah terpapar paham radikal tidaklah berbahaya, sebab pemikiran bisa dilawan dengan pemikiran lain untuk mencari persamaan yang bisa membangun.
"Sepanjang tidak ada bom atau senjata itu tak masalah, kita hadapi saja logika berpikir dengan logika berpikir, beda pendapat itu kan kawan berpikir, yang ditakuti itu kan kepemilikan bahan peledak," jelasnya.
Soleman mencontohkan sebelum bom bali 2002 terjadi, ada orang bukan petani yang membeli bahan kimia dari toko pupuk dengan jumlah yang abnormal, hal seperti ini patut dicurigai.
"Namun ini membutuhkan awareness seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya intelijen, tidak hanya TNI-Polri, penjual pun bertanya ada apa ini, kalau hanya untuk dipakai sehari-hari jumlahnya 10 kok ini jadi 100, ada apa ini," tutupnya.
Berita Terkait
-
Mabes Polri Diserang Teroris, Eks Kabais: Pengamanannya Mirip Hotel
-
Orang Tionghoa Indonesia Jadi Sasaran Bom Pendukung Habib Rizieq
-
Biar Takut dan Kapok, Netizen Usul Jasad Teroris Dilumuri Minyak Babi
-
Terduga Teroris Bekasi Ngaku Berencana Serang Etnis Tionghoa
-
Terungkap! Pengakuan Ojol Teroris Ciputat Ingin Ledakan Industri Cina
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung