News / Nasional
Minggu, 04 April 2021 | 17:49 WIB
Pistol yang diduga digunakan Zakiah Aini, pelaku penyerang Mabes Polri, beredar di media sosial, Rabu (31/3/2021). [Ist]

Suara.com - Pengamat teroris Al Chaidar meyakini Muchsin Kamal, seorang yang ditangkap dengan tuduhan menjual airgun kepada teroris Zakiah Aini untuk menyerang Mabes Polri tidak bersalah. Chaidar menganggap penjual tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan senjata oleh pembeli.

"Saya sangat meyakini bahwa Muchsin Kamal atau biasa dipanggil Imam Muda (imeum muda) tidak bersalah dan sama sekali tak terkait dengan peristiwa serangan lone-wolf tersebut secara yuridis," kata Chaidar dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Chaidar menyebut Muchsin adalah orang yang sangat anti ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) dan membawa pemahaman yang sangat moderat setelah keluar dari penjara.

"Sebelum penangkapan kemarin sempat komunikasi beberapa rekannya, dan mereka berani menjamin Muchsin Kamal tidak tahu menahu dengan aksi lone-wolf Zakiah Aini di Mabes Polri Jakarta," tegas akademisi di Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe itu.

Chaidar menyebut secara ideologi Muchsin sangat anti-ISIS dan anti-ideologi Takfiri. Bahkan Muchsin pernah membentuk Muqawamah Media (www.muqawamah.com) pada 2014 untuk meng- counter syubhat dan propaganda ISIS di Indonesia.

"Media inilah yang sangat vokal membantah seluruh propaganda ISIS saat banyak pihak terpengaruh dengan ISIS di awal deklarasi mereka," ucapnya.

Salah seorang rekannya, Agam Fitriadi, juga menegaskan bahwa senjata air soft gun (yang disebut polisi air gun) memang murni bisnis semata tidak dalam rangka memasok kelompok teroris.

"Murni bisnis, tidak ada kaitan apapun dengan terorisme, apalagi via online, cuma saja kadarullah pembelinya melakukan aksi yang menyalahgunakan fungsi dari air-soft-gun itu sendiri dan tentu juga keliru dari sisi agama," jelasnya.

Muchsin disebut memang sudah biasa menjual airsoftgun, bahkan hingga puluhan unit dalam satu hari yang dibeli dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Hapus Tweet soal Teroris Zakiah Aini, Arie Untung Hijrah Cuma Gaya-gayaan

Teungku Mukhtar, teman Muchsin yang lain, juga mengibaratkan bisnis Muchsin Kamal seperti penjual golok parang cikok, ternyata goloknya dipakai untuk begal oleh pembeli, tentu saja aksi tersebut tak terkait dengan penjualnya.

Secara sosial, pemuda kelahiran Lampoh Saka, Peukan Baroe, Pidie 6 Juli 1991 itu menurut Chaidar adalah seorang saudagar muda yang hebat.

Muchsin dikenal sangat sukses dalam berbagai bisnis: perkebunan sawit, dagang airsoftgun, jual beli bedil angin, dan perkebunan alpukat.

Bisnis kebun alpukat bahkan sangat sukses dan mampu mempekerjakan banyak eks kombatan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang tak terayomi oleh program reintegrasi pasca Memorandum of Understanding di Helsinki 2005.

Muchsin kini tengah membuka lahan 10 hektar kebun alpukat di Beureunuen dan mempekerjakan mantan kombatan etno-nasionalis yang sedang dalam status sebagai pengangguran banyak acara.

"Kini, bahkan Muchsin Kamal sedang dalam proses menggarap puluhan hektar tahap selanjutnya kebun alpukat di Sare, Aceh Besar," ungkapnya.

Load More