Suara.com - Pengamat teroris Al Chaidar meyakini Muchsin Kamal, seorang yang ditangkap dengan tuduhan menjual airgun kepada teroris Zakiah Aini untuk menyerang Mabes Polri tidak bersalah. Chaidar menganggap penjual tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan senjata oleh pembeli.
"Saya sangat meyakini bahwa Muchsin Kamal atau biasa dipanggil Imam Muda (imeum muda) tidak bersalah dan sama sekali tak terkait dengan peristiwa serangan lone-wolf tersebut secara yuridis," kata Chaidar dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).
Chaidar menyebut Muchsin adalah orang yang sangat anti ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) dan membawa pemahaman yang sangat moderat setelah keluar dari penjara.
"Sebelum penangkapan kemarin sempat komunikasi beberapa rekannya, dan mereka berani menjamin Muchsin Kamal tidak tahu menahu dengan aksi lone-wolf Zakiah Aini di Mabes Polri Jakarta," tegas akademisi di Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe itu.
Chaidar menyebut secara ideologi Muchsin sangat anti-ISIS dan anti-ideologi Takfiri. Bahkan Muchsin pernah membentuk Muqawamah Media (www.muqawamah.com) pada 2014 untuk meng- counter syubhat dan propaganda ISIS di Indonesia.
"Media inilah yang sangat vokal membantah seluruh propaganda ISIS saat banyak pihak terpengaruh dengan ISIS di awal deklarasi mereka," ucapnya.
Salah seorang rekannya, Agam Fitriadi, juga menegaskan bahwa senjata air soft gun (yang disebut polisi air gun) memang murni bisnis semata tidak dalam rangka memasok kelompok teroris.
"Murni bisnis, tidak ada kaitan apapun dengan terorisme, apalagi via online, cuma saja kadarullah pembelinya melakukan aksi yang menyalahgunakan fungsi dari air-soft-gun itu sendiri dan tentu juga keliru dari sisi agama," jelasnya.
Muchsin disebut memang sudah biasa menjual airsoftgun, bahkan hingga puluhan unit dalam satu hari yang dibeli dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Hapus Tweet soal Teroris Zakiah Aini, Arie Untung Hijrah Cuma Gaya-gayaan
Teungku Mukhtar, teman Muchsin yang lain, juga mengibaratkan bisnis Muchsin Kamal seperti penjual golok parang cikok, ternyata goloknya dipakai untuk begal oleh pembeli, tentu saja aksi tersebut tak terkait dengan penjualnya.
Secara sosial, pemuda kelahiran Lampoh Saka, Peukan Baroe, Pidie 6 Juli 1991 itu menurut Chaidar adalah seorang saudagar muda yang hebat.
Muchsin dikenal sangat sukses dalam berbagai bisnis: perkebunan sawit, dagang airsoftgun, jual beli bedil angin, dan perkebunan alpukat.
Bisnis kebun alpukat bahkan sangat sukses dan mampu mempekerjakan banyak eks kombatan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang tak terayomi oleh program reintegrasi pasca Memorandum of Understanding di Helsinki 2005.
Muchsin kini tengah membuka lahan 10 hektar kebun alpukat di Beureunuen dan mempekerjakan mantan kombatan etno-nasionalis yang sedang dalam status sebagai pengangguran banyak acara.
"Kini, bahkan Muchsin Kamal sedang dalam proses menggarap puluhan hektar tahap selanjutnya kebun alpukat di Sare, Aceh Besar," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Polisi Jawab Rakyat Curiga Aksi Teroris Zakiah Aini Cuma Rekayasa
-
Hapus Tweet soal Teroris Zakiah Aini, Arie Untung Hijrah Cuma Gaya-gayaan
-
ISESS: Polisi Tak Bisa Jaga Mabes Sendiri, Ini Tamparan Keras
-
Haris Amir Falah: Tren Perempuan Jadi Teroris karena Lebih Militan
-
Cewek-cewek Antre Foto Bareng Hotman Paris, Lapak Sebelah Jadi Insecure
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik