Suara.com - Bus sekolah di Jakarta telah mengangkut sebanyak 24 ribu pasien Covid-19 menuju tempat isolasi. Saat pandmei, armada itu dialih gunakan mulai Maret 2020.
“Sejauh ini kami sudah melakukan pengangkutan Pasien Covid-19, sebanyak 24 ribu pasien,” kata Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ali Murthadho, saat ditemui Suara.com di kantor UPAS Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (8/4/2021).
Ali mengatakan pengalih gunaan bus sekolah berawal sejak jumlah kasus Covid-19 di Jakarta meningkat. Setelah itu, pemerintah Ibu Kota mengalami kendala mengangkut para pasien yang terinfeksi menuju tempat isolasi.
“Jadi bayangkan kalau itu dibawa ambulans, itu juga armadanya terbatas, yang bisa diangkut hanya satu orang, itu pasti rumit,” ujar Ali.
Melihat bus sekolah yang tidak beroperasi, karena pembelajaran tatap muka ditiadakan, akhirnya armada yang seharusnya mengangkut para pelajar itu dialih fungsikan.
“Dan kebetulan pada masa pandemi itu bus sekolah berhenti beroperasi, karena proses belajar mengajar dilakukan secara daring,” kata Ali.
Setidaknya ada sejumlah bus sekolah yang diturunkan setiap harinya, dengan total 32 sopir disiapkan (khusus mengangkut pasien Covid-19).
Mereka yang bertugas mengangkut pasien Covid-19 diseleksi berdasarkan sejumlah kriteria, yakni harus berusia dibawa 40 tahun, dalam keadaan sehat atau tidak mengidap penyakit tertentu.
“Terpilih berdasarkan usia, berdasarkan jenis penyakit yang dideritanya, kemudian skil dan keempat mental,” kata Ali.
Baca Juga: Dokter Spesialis Paru: Pasien Covid-19 Tidak Boleh Puasa, Ini Alasannya
Saat mengangkut pasien Covid-19, para pengemudi juga dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan.
Selain itu antara pengemudi dan kabin penumpang juga diberi sekat.
Berita Terkait
-
Zona Merah Kantor Bus Sekolah DKI: 58 Orang Positif Corona, Satu Meninggal
-
Dishub DKI Pastikan Bus Sekolah yang Beroperasi Bukan Armada Pasien Corona
-
Dokter Spesialis Paru: Pasien Covid-19 Tidak Boleh Puasa, Ini Alasannya
-
Update 8 April 2021: RSD Wisma Atlet Kini Rawat 1.400 Pasien Covid-19
-
Studi: Mantan Pasien Covid-19 Alami Masalah Psikologis dan Neurologis
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia