- Pemprov DKI melalui Food Station siapkan strategi antisipasi lonjakan kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
- Food Station mengamankan pasokan beras dengan kolaborasi delapan daerah dan memiliki stok 80 ribu ton.
- Perusahaan akan memaksimalkan distribusi dan mengadakan operasi pasar murah bersubsidi untuk jaga keterjangkauan harga.
Suara.com - Pemprov DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) telah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan permintaan kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Salah satu BUMD Pangan DKI Jakarta tersebut fokus memperkuat pasokan melalui kolaborasi lintas daerah guna memastikan ketersediaan pangan di ibu kota tetap terjaga.
Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda), Dodot Tri Widodo, mengungkapkan bahwa momentum hari besar keagamaan selalu memicu tren kenaikan konsumsi pada komoditas tertentu.
Beras jadi salah satu kebutuhan yang Dodot sebut mengalami lonjakan permintaan dari warga Jakarta.
"Kenaikannya kurang lebih sekitar delapan persen," ungkapnya dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk 'Kesiapan Tiga Pangan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026', di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Skema standby buyer atau pembelian gabah langsung serta pola on farming menjadi tumpuan utama perusahaan dalam mengamankan pasokan dari para petani.
"Dalam memenuhi stok beras, kami bekerja sama dengan daerah-daerah, mulai dari Lampung, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir kami di Bali," terang Dodot.
Berdasarkan data terakhir, total cadangan beras yang saat ini dikelola Food Station telah mencapai angka 80 ribu ton.
Jumlah tersebut diproyeksikan mampu menutupi kebutuhan rumah tangga warga Jakarta, yang diperkirakan mencapai 151.023 ton untuk periode Februari hingga Maret.
Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000
"Ini angkanya cukup, karena kami juga mengelola PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) yang rata-rata stok per hari itu 40.000 ton. Dibagi dengan 2.500, maka untuk 20 hari ke depan itu aman," jelas Dodot.
Untuk memperluas jangkauan pasar, perusahaan juga memaksimalkan jaringan perdagangan modern di 39.000 lokasi serta seribu pelanggan di sektor konvensional.
Selain memastikan kelancaran distribusi, Food Station juga akan menggencarkan operasi pasar murah bersubsidi demi menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi informasi stok dan harga agar masyarakat tidak merasa khawatir terhadap ancaman kelangkaan pangan selama bulan suci.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
BPBD Bogor Evakuasi Mobil yang Terseret Banjir Bandang di Sentul
-
Diperiksa soal Kasus Penganiayaan Anggota Banser, Habib Bahar Bakal Ditahan?
-
Sentul Diterjang Banjir Bandang Rabu Sore, Longsor Ikut Tutup Jalan
-
Mensos Gus Ipul: Penataan PBI-JK Berbasis DTSEN Turunkan Inclusion Error
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
-
Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi, Istri H.M Kunang Dicecar KPK Soal Pertemuan dengan Pengusaha Sarjan
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Santunan Korban Bencana Sumatra Disalurkan, Mensos Sebut Hampir Seribu Ahli Waris Terbantu
-
PDIP Sebut 100 Persen Warga Indonesia Bisa Mendapatkan BPJS Gratis, Begini Kalkulasinya
-
Adu Mulut Menteri Keuangan dan Menteri KKP Bikin PDIP Geram: Jangan Rusak Kepercayaan Pasar!