Suara.com - Warga Desa Waematan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), berharap pemerintah daerah dapat segera merelokasi tempat tinggal mereka pasca terjadinya bencana banjir bandang dan longsor akibat badai siklon tropis seroja.
Mereka tidak ingin melulu dihantui dengan perasaan takut akan terjadi bencana.
Kepala Desa Waematan, Mus mengatakan bahwa wilayahnya berada titik potensi bencana. Mengingat letak Desa Waematan berada di antara kaki Gunung Ile Ape dan Laut Flores.
"Kami berharap pemerintah jangan pulangkan kami ditempat yang sama di Desa Waematan ini lagi," kata Mus saat ditemui Suara.com di tengah proses evakuasi korban di Desa Waematan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, NTT, Jumat (9/4/2021).
Warga Desa Waimatan tercatat beberapa kali mengungsi akibat bencana. Pada tahun 2012 seluruh warga mengungsi ke Kota Lewoleba akibat bencana gempa dan erupsi Gunung Ile Ape.
"Kita tiga desa ini menjadi imbas, sehingga kita wanti-wanti. Sampai akhirnya di 2017 terjadi bencana gempa yang sangat luar biasa lagi, kita semua kembali diungsikan ke Lewoleba," kata Mus.
Sejak itu, Mus melakukan upaya negosiasi kepada warganya untuk mau direlokasi. Warga akhirnya berkomitmen untuk menerima direlokasi.
"Kita juga sudah ajukan ke pemerintah kabupaten," ungkap Mus.
Kendati begitu, permohonan relokasi warga Desa Waematan tak kunjung direalisasikan oleh pemerintah kabupaten. Sampai pada akhirnya mereka kembali tertimpa bencana erupsi Gunung Ile Ape pada September 2020.
Baca Juga: Kala Fransiskus, Korban Banjir Bandang Lembata Dapat Jaket Dari Jokowi
"Tahun 2020 itu terjadi erupsi lagi dan kita diungsikan lagi ke tempat yang sama di Lewoleba. Ketika itu kita berharap tidak dipulangkan ke kampung ini lagi. Tetapi pada titik terakhir kita dipulangkan kembali di tanggal 3 Januari 2021 sampai akhirnya kembali terjadi bencana seperti ini lagi," keluhnya.
Siklon Seroja
Banjir dan longsor terjadi di sejumlah kabupaten di Provinsi NTT akibat badai siklon tropis seroja pada Minggu (4/4) dini hari. Salah satu yang terdampak yakni Kabupaten Lembata.
Ada dua desa di Kabupaten Lembata yang terdampak cukup parah akibat bencana ini. Keduanya yakni Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape dan Desa Waematan, Kecamatan Ile Ape Timur.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan hilang akibat bencana banjir dan longsor di Desa Amakaka. Hingga kekinian seluruhnya belum ditemukan.
Sedangkan di Desa Waematan tercatat sebanyak 26 orang dilaporkan hilang. Hingga, Kamis (8/4) malam sebanyak 15 orang telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam keadaan tewas tertimbun bebatuan berukuran besar dari Gunung Ile Ape.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kronologi Suap Pajak KPP Madya Jakut: Diskon Rp59 M Dibarter Fee Miliaran Berujung OTT KPK
-
Cuaca Hari Ini: Hujan Terjadi Hampir di Berbagai daerah dari Banten Sampai Yogyakarta
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!