- Demo mahasiswa sekitar Mabes Polri pada Jumat (27/2/2026) dihadiri 350 massa dengan tuntutan lima poin krusial.
- Polisi melakukan pengamanan ketat dengan 1.500 personel, beberapa mengenakan atribut religius selama Ramadan.
- Aparat berencana membagikan takjil gratis menjelang berbuka puasa, Polwan bertugas membagikan sementara polisi berjaga.
Suara.com - Pemandangan berbeda terlihat saat terjadinya aksi demo oleh mahasiswa di sekitar Markas Besar Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026) sore.
Di tengah pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa, sejumlah personel kepolisian nampak berjaga dengan mengenakan atribut keagamaan berupa peci dan sorban berwarna putih.
Penampilan religius para personel ini bertepatan dengan momen bulan suci Ramadan. Tak hanya berjaga, aparat kepolisian juga berencana untuk berbagi kebaikan menjelang waktu berbuka puasa.
"Karena nanti mau buka bersama dan berbagi takjil setelah ini," ujar Pimpinan Tim Nego, Nurma, pada Jumat (27/2/2026).
Nurma juga menambahkan bahwa dalam pembagian tugasnya, personel polisi pria akan melakukan penjagaan, sementara sejumlah Polisi Wanita (Polwan) akan membagikan takjil gratis di sekitar Mabes Polri.
"Nanti kita bagi tugas, Polwan yang bagi takjil, polisi yang penjagaan," ungkapnya.
Aksi demonstrasi kali ini diikuti oleh sekitar 350 mahasiswa yang tergabung dalam berbagai aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), di antaranya BEM UI, UPN Veteran Jakarta, PNJ, dan UNJ.
Meski jumlah massa mencapai ratusan, pihak kepolisian menyiagakan pengamanan yang cukup ketat dengan mengerahkan sekitar 1.500 personel di titik-titik strategis.
Adapun lima poin tuntutan massa aksi hari ini yang disampaikan oleh Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz.
Baca Juga: Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri
Pertama, mendesak penjatuhan hukuman pidana seberat-beratnya kepada oknum polisi pelaku pembunuhan terhadap siswa MTsN 1 Maluku Tenggara berinisial AT (14), serta seluruh aparat yang terlibat dalam tindakan represivitas terhadap warga sipil.
Kedua, mendesak pencopotan Listyo Sigit dari jabatan Kapolri dan Irjen Pol. Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku.
Ketiga, menuntut pembebasan segera bagi seluruh tahanan politik yang dinilai dikriminalisasi oleh negara.
Keempat, menuntut penegakan batasan kewenangan Polri dan mendesak penarikan anggota Polri dari jabatan-jabatan sipil.
Kelima, menuntut hasil konkret dari Komisi Percepatan Reformasi Polri terkait reformasi secara struktural, kultural, dan instrumental di tubuh Korps Bhayangkara.
Hingga menjelang waktu berbuka puasa, massa aksi masih bertahan di lokasi dengan penjagaan dari personel kepolisian yang masih mengenakan peci dan sorban.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat
-
Dituntut 2 Tahun Penjara Terkait Demo Agustus, Syahdan Husein Soroti Kasus Aparat Bunuh Anak di Tual
-
Gus Ipul Bocorkan Rencana Kemensos untuk Jangkau Ratusan Ribu Lansia dapat MBG Tahun Ini
-
KPK Ungkap Modus Budiman Bayu Sembunyikan Uang Gratifikasi Rp5,19 Miliar