Suara.com - Neuralink, salah satu perusahaan teknologi milik Elon Musk mengatakan bahwa mereka memiliki teknologi dan kecerdasan yang mumpuni untuk membuat Jurassic Park sendiri.
Hal ini diungkapkan oleh Max Hodak dalam unggahan Twitternya pada hari Sabtu. "Kami bisa membangun Jurassic Park jika kami mau," cuitnya.
"Itu tidak akan jadi dinosaurus yang asli secara genetik, tapi mungkin dengan waktu 15 tahun breeding + rekayasa kami bisa dapat spesies baru yang super eksotis."
Menyadur The Hill Sabtu (10/04), Neuralink diluncurkan tahun 2017, untuk menciptakan otak-komputer antarmuka dengan harapan dapat membantu penderita Alzheimer, demensia, kelumpuhan, dan cedera tulang belakang.
Pada Agustus 2020, Elon Musk memulai debutnya dengan Gertrude, seekor babi yang telah ditanamkan oleh Neuralink pada sebuah chip komputer kecil di otaknya.
Chip tersebut ditanam di dekat bagian otak yang mengontrol moncongnya, sehingga saat Gertrude makan, sebuah komputer menunjukkan gelombang dan paku yang dipancarkan dari chip tersebut, memantau respons saraf Gertrude.
Hodak tidak menjelaskan lebih jauh teknologi apa yang dapat digunakan Neuralink untuk merekayasa dinosaurus yang sudah lama punah.
Namun seperti katanya, bukan tidak mungkin orang super ambisius seperti Elon Musk memanfaatkan teknologi tinggi yang ia kembangkan untuk 'melahirkan' kembali dinosaurus.
Dalam film "Jurassic Park", para ilmuwan yang bekerja untuk orang kaya mampu merekayasa genetika dinosaurus dan berupaya membuka taman hiburan.
Baca Juga: Otak Dipasangi Chip oleh Elon Musk, Monyet Ini Bermain Game dengan Telepati
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran
-
LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan
-
23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!
-
Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
-
Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran
-
TAUD Laporkan Tiga Hakim Kasus Andrie Yunus ke MA, Pengadilan Militer Buka Suara
-
Kemlu: 5 WNI Ditangkap Tentara Israel
-
Blak-blakan di DPR, Menhan Sjafrie Ungkap Kronologi AS Minta Izin Lintas Udara RI
-
9 WNI Ditahan Israel dalam Misi ke Gaza, GPCI Minta Presiden Prabowo Ambil Langkah Diplomasi