Suara.com - Otoritas Terusan Suez pada hari Selasa mengajukan klaim belasan triliun rupiah sebagai ganti atas insiden kandasnya kapal Evergreen di kanal tersebut.
Menyadur Arab News, Rabu (14/4/2021) otoritas Terusan Suez (SCA) menuntut 916 juta dolar atau sekitar Rp 13,4 triliun sebagai kompensasi.
Kompensasi tersebut digunakan untuk ganti rugi atas hilangnya pendapatan, kerusakan kanal, peralatan dan tenaga kerja yang digunakan untuk membebaskan kapal.
Kapal kontainer Ever Given, milik operator armada kargo Jepang Shoei Kisen, berada di danau di antara dua bagian kanal sejak dibebaskan pada 29 Maret, saat SCA melakukan penyelidikan.
Yumi Shinohara, wakil manajer departemen manajemen armada Shoei Kisen, mengatakan SCA membuat tuntutan kompensasi dan kapal belum diberi izin untuk berlayar.
Perusahaan asuransi kapal, UK Club, mengatakan mereka kecewa atas tuntutan kompensasi tersebut, namun pihaknya masih berusaha bernegosiasi.
"Terlepas dari besarnya klaim ... pemilik dan perusahaan asuransi mereka telah bernegosiasi dengan itikad baik dengan SCA," kata seorang juru bicara pada hari Selasa.
"Pada 12 April, SCA menawarkan tawaran yang dipertimbangkan dengan cermat dan murah hati untuk menyelesaikan klaim mereka. Kami kecewa dengan keputusan SCA selanjutnya untuk menahan kapal hari ini." ujarnya.
SCA mengatakan perintah pengadilan telah dikeluarkan untuk menahan kapal, dan negosiasi atas klaim kompensasi masih berlangsung.
Baca Juga: Mesir dan Lebanon Umumkan 1 Ramadhan Jatuh Pada Selasa 13 April 2021
Perdagangan internasional mengalami kekacauan ketika kapal sepanjang 400 meter itu kandas pada 23 Maret, dengan 18.300 kontainer di dalamnya.
Hampir sepertiga dari volume kontainer pengiriman dunia melewati kanal. Tim penyelamat spesialis membutuhkan waktu enam hari untuk membebaskan kapal.
Kandasnya kapal tersebut juga menunda perjalanan lebih dari 400 kapal dan menyebabkan kapal lain berbelok melalui jalur sekitar Afrika.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah
-
Kasus Eks Jampidsus Febrie Disorot DPR, Komisi III Bentuk Panja Awasi Penyidikan hingga Tuntas