Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria belum mengetahui kepastian temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kelebihan pembayaran pembelian robot pemadam kebakaran senilai Rp 6,5, miliar. Ia juga belum tahu uang tersebut ternyata sudah dikembalikan.
Saat ditanya, Riza mengaku baru akan memeriksa kembali laporan keuangan tahun 2019 dari BPK itu. Setelah itu ia baru mau berkomentar panjang lebar.
"Nanti akan disampaikan. Masih dicek kebenarannya terkait kelebihan bayar nanti kami akan sampaikan persisnya," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/4/2021).
Riza mengaku sudah meminta keterangan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bahkan Inspektorat juga disebutnya telah turun tangan untuk menelusuri soal ini.
"Sudah diminta dari pihak bagian keuangan inspektorat sudah minta, nanti akan disampaikan," katanya.
Menurut Riza, jika memang benar ada kelebihan pembayaran, maka uang harus dikembalikan lagi ke kas daerah. Namun yang paling penting adalah mengetahui penyebabnya dan bagaimana kelebihan pembayaran bisa terjadi.
"Itu yang paling penting supaya menjadi evaluasi kita ke depan agar tidak terjadi lagi," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan angkat bicara soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam pengadaan robot pemadam kebakaran. Gubernur Anies Baswedan kelebihan membayar hingga Rp 6,5 miliar untuk alat itu.
Satriadi membenarkan, memang ada uang yang dibayar hingga kelebihan Rp 6,5 miliar itu. Namun selisih dana disebutnya sudah dikembalikan lagi hingga 90 persen.
Baca Juga: Kelebihan Bayar Peralatan Damkar Rp 6,5 M, PSI: Tidak Heran, Anies Ceroboh
"Sekarang kan ranahnya BPK ya, jadi kalau perkembangannya sudah 90 persen sudah kita kembalikan," ujar Satriadi saat dikonfirmasi, Rabu (14/4/2021).
Karena tinggal 90 persen lagi, Satriadi meyakini tidak butuh waktu lama sampai semua selisih uang dikembalikan. Ke depannya ia akan lebih teliti lagi agar tidak ada lagi masalah kelebihan pembayaran ini.
"Agar aparat pejabat pengadaan itu kan lebih teliti lagi ke depannya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru