Suara.com - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya hingga kini belum juga memberikan hasil kajian untuk menjual saham perusahaan produsen bir, PT Delta Djakarta.
Dia mengemukakan, Anies baru memberikan surat mengenai permintaan untuk menjual saham PT Delta. Sementara itu dalam hal ini, tidak bisa hanya sekadar surat saja.
Ia pun mempertanyakan keseriusan Anies. Sebab, prosedur yang dilakukan dianggapnya malah seperti yang dilakukan di tingkat RT dan RW. Ia pun menunggu Anies menyerahkannya segera.
"Kajiannya kirim dulu dong. Pak Anies cuman kirim surat doang. Ini kan aset daerah mau dijual, masak cuma ngirim secarik kertas. Kayak RT-RW aja," ujar Gembong saat dikonfirmasi, Jumat (16/4/2021).
Kajian itu berupa skema keuntungan hingga rencana penggunaan uang penjualan saham digunakan untuk program apa saja. Jika sudah ada, barulah pihaknya bisa melakukan pembahasan untuk divestasi.
"Kalau bicara haram-halal, ya sudah pasti. Tapi kalau bandingkan dengan untung rugi, kan juga beda lagi," katanya.
Tak hanya persoalan haram dan halal, nantinya juga harus ada pembahasan soal pemantauan konsumsi minuman keras jika sudah tidak ada PT Delta.
"Wong ini perusahaan daerah yang sangat menguntungkan kok. Mengenai sisi manfaatnya, harus dilihat secara utuh, jangan sepotong-sepotong," katanya.
Baca Juga: Anies Mau Tuntaskan Program, PDIP Ungkit Oke Oce Setelah Ditinggal Sandiaga
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan