Suara.com - Pemerintah akan memberlakukan larangan mudik 2021, terutama bagi yang ingin berpergian ke Jakarta. Jika ingin bepergian Anda perlu Surat Izin Keluar Masuk atau SIKM. Untuk itu, simak fakta seputar SIKM mudik berikut ini.
Keputusan larangan mudik 2021 ini diambil untuk menekan persebaran virus corona. Melalui Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 larangan itu berlaku pada 6-17 Mei 2021.
Namun bagi yang memiliki keharusan untuk melakukan perjalanan, wajib menunjukkan surat izin perjalanan atau surat izin keluar/masuk (SIKM). SIKM adalah surat yang digunakan sebagai persyaratan bagi orang yang tinggal di luar Jabodetabek untuk keluar/masuk DKI Jakarta.
Surat ini diterbitkan oleh pejabat berwenang dengan tujuan mencegah kemungkinan lonjakan kasus baru infeksi Covid-19. Apa saja yang perlu diketahui soal SIKM ini. Berikut fakta-fakta SIKM.
Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan SIKM?
SIKM hanya akan diterbitkan jika calon pelaku perjalanan memiliki alasan yang kuat saat hendak berpergian ke Jakarta. Persyaratan orang yang berhak mendapatkan SIKM adalah sebagai berikut.
- Surat izin perjalanan atau SIKM ini berlaku untuk individual. Artinya satu surat hanya dapat digunakan untuk satu individu yang bersangkutan, tidak kelompok.
- Individual yang dimaksud adalah mereka yang berusia 17 tahun ke atas. Di bawah itu, maka tidak memerlukan surat ini. Surat izin perjalanan/SIKM ini berlaku hanya untuk sekali perjalanan.
- Perjalanan yang dimaksud adalah pulang-pergi lintas daerah/provinsi/negara.
Bagaimana Cara Memperoleh SIKM?
Masyarakat yang membutuhkan SIKM bisa memperolehnya dengan mendatangi kantor kelurahan domisili atau tempat tinggal. SIKM tidak bisa diperoleh dengan mendaftar online.
Kapan Masa Berlaku SIKM?
Baca Juga: Jokowi Beberkan Alasan Larangan Mudik Lebaran 2021
SIKM hanya berlaku untuk satu kali perjalanan pulang-pergi lintas kota/ kabupaten/ provinsi/ negara, dan bersifat wajib bagi pelaku perjalanan usia 17 tahun ke atas. Jika yang bersangkutan akan melakukan perjalanan lagi di masa pembatasan, maka dia harus kembali mengurus SIKM baru untuk perjalanan kedua dan seterusnya.
Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Melakukan Perjalanan?
Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada 6-17 Mei 2021 perlu memperhatikan dokumen berikut
- Bagi pekerja informal yang tidak bisa mendapatkan surat dari pimpinan perusahaan dan masyarakat non-pekerja wajib membawa SIKM, melampirkan print out surat izin tertulis dari Kepala Desa/Lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik Kepala Desa/Lurah, dan identitas diri calon pelaku perjalanan.
- Bagi Pegawai instansi pemerintahan/Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawi BUMN/ BUMD, prajurit TNI, dan anggota Polri wajib membawa SIKM dan melampirkan print out surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II yang dilengkapi tanda tangan basah/ tanda tangan elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan.
- Bagi pegawai swasta wajib membawa SIKM dan melampirkan print out surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah/ tanda tangan elektronik pimpinan perusahaan serta identittas diri calon pelaku perjalanan.
Itulah beberapa hal hal tentang SIKM mudik lebaran 2021 mulai dari siapa yang berhak mendapatkan, cara memperoleh, hingga masa berlaku Surat Izin Keluar Masuk tersebut.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi
-
Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai
-
Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,
-
Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?
-
Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye
-
103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya
-
Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang