Suara.com - Seekor kucing putih ditangkap kepolisian Panama setelah mencoba menyeludupkan narkoba ke dalam sebuah penjara untuk narapida yang ada di dalamnya.
Menyadur New York Post, Senin (19/4/2021) seekor kucing putih berbulu halus tersebut merupakan milik seorang penyelundup narkoba.
Menurut keterangan pihak berwenang, kucing tersebut tertangkap basah saat mencoba menyelundupkan narkotika ke dalam penjara di Panama.
Kucing tersebut tertangkap basah di luar Penjara Nueva Esperanza di provinsi Colon pada hari Jumat, menurut laporan AFP.
Kucing itu membawa barang haram selundupan dalam sebuah kantong yang diikatkan di lehernya.
"Hewan itu memiliki kain yang diikatkan di lehernya yang berisi paket bubuk putih yang dibungkus, daun dan "bahan nabati," kata Andres Gutierrez, kepala Sistem Penjara Panama.
Zat itu kemungkinan adalah kokain dan ganja, menurut pejabat penjara negara tersebut.
Jaksa penuntut setempat mengatakan mereka telah membuka penyelidikan penggunaan hewan untuk menyelundupkan barang haram ke lapas Nueva Esperanza, yang menampung lebih dari 1.700 tahanan.
Menurut keterangan jaksa, kucing penyeludup berbulu putih tersebut akan dibawa ke pusat adopsi hewan peliharaan.
Baca Juga: Waduh! Pensiun dari Anggota DPRD, ER Alih Profesi Jadi Bandar Narkoba
Ini bukan pertama kalinya seekor hewan digunakan sebagai 'kurir" untuk menyeludupkan obat terlarang oleh narapidana di negara Amerika Tengah tersebut.
Pihak berwenang sebelumnya telah menggagalkan percobaan pengiriman obat-obatan terlarang menggunakan seekor merpati pos.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran