Suara.com - Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab merasa bersyukur, lantaran kerumunan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada 13 November 2020 silam tidak diperkarakan secara pidana.
Hal itu diungkapkan Rizieq dalam sidang lanjutan kasus kerumunan Petamburan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Kamis (22/4/2021).
Awalnya, Rizieq melemparkan pertanyaan kepada tiga saksi sekaligus yang turut dihadirkan jaksa dalam persidangan. Ketiga saksi tersebut yakni Tamam selaku Bhabinsa Kelurahan Tebet; Cecep selaku keamanan intertal acara Maulid Nabi Muhammad di Tebet dan Budi Cahyono selaku Kapolsek Tebet.
Rizieq menanyakan, sepengetahuan saksi yang hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, tepatnya di majelis milik Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Tebet, mendengar atau tidak soal isi ajakan hadiri acara maulid dan pernikahan putrinya di Petamburan.
"Baik, apa ada dalam ceramah itu ayo jangan peduli dengan wabah, lawan saja petugas Covid, jangan percaya pemerintah. Apa ada begitu?," tanya Rizieq dalam sidang.
"Tidak ada," jawabnya.
"Jadi kalimat semacam itu tidak ada, yang ada, saya mengundang yang hadir maulid untuk datang ke maulid saya begitu ya, jadi mengundang, maaf mengundang ya. Nah yang saya tanya, ada nggak saya ngancam kalau nggak dateng umpamanya diserbu dengan laskar, nggak ada. Saya cuma ngundang, tidak ngancam ya," kata Rizieq.
Kemudian Rizieq bertanya kembali ke pada para saksi tersebut soal ada atau tidaknya paksaan dalam ajakan untuk hadiri acara di Petamburan. Para saksi kemudian kompak jawab hanya bersifat undangan bukan paksaan.
"Saya minta maaf kalau ini saya tanya ulang-ulang, karena tadi pertanyaan jaksa yang pertama kali bertanya ada jaksa sebelah situ, itu diselipkan mengajak, mengundang, menghasut begitu, itu berbahaya sekali. Makanya, saya luruskan di sini bahwa saya tadi ada kesaksian dari anda bertiga, terima kasih Pak Budi atas kejujurannya, begitu juga Pak Tamam, begitu juga Pak Cecep bahwa memang saya mengundang," kata Rizieq.
Baca Juga: Sindir FPI, Jozeph Paul Zhang Bersyukur Tak Lagi di Indonesia
Lebih lanjut, Rizieq kemudian menyatakan bersyukur acara yang dihadirinya di Tebet tersebut tak dipidanakan seperti acara kerumunan di Petamburan.
"Jadi yang di Tebet sama-sama kerumunan dengan di Petamburan tidak diproses, yang di Petamburan tidak proses. Saya bersyukur, enggak usah khawatir Pak Budi, justru saya bersyukur kepada Allah. Alhamdulillah Maulid di Tebet itu tidak diproses, karena kalau diproses berkas saya nambah lagi jadi empat berkas. Alhamdulillah tidak diproses, karena saya di sana juga hadir. Jadi saya bersyukur kepada Allah kalau itu tidak diproses," tutur Rizieq.
Pada persidangan sebelumnya, sejumlah saksi dihadirkan pihak jaksa penuntut umum. Menariknya, dari nama yang disebutkan terdapat nama eks wali kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara hingga eks Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto.
Dalam kasus kerumunan Petamburan, Rizieq didakwa telah melakukan penghasutan hingga ciptakan kerumunan di Petamburan dalam acara pernikahan putrinya dan maulid nabi Muhammad SAW.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!
-
Dari BoP sampai Perjanjian Dagang: Lawatan Prabowo ke AS Dianggap Tabrak Konstitusi, Ini Alasannya
-
Anggota Denintel Kodam XVII/Cendrawasih Gugur Diserang KKB di Nabire
-
Redefinisi Peran Pemuda Betawi di Tengah Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global
-
Ketua Banggar DPR Kritisi Impor 105.000 Mobil Niaga dari India: Ancaman bagi Industri Dalam Negeri
-
PSI Gelar Mudik Gratis 2026: Siapkan 100 Bus untuk 5.000 Penumpang, Ini Cara Daftarnya!
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf