Suara.com - Perum Bulog Divisi Regional Lampung menyalurkan 50 ton beras per hari selama operasi pasar serta pasar murah Ramadhan 2021.
"Pasar murah dan operasi pasar telah dilakukan setiap hari, untuk menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri," ujar Kepala Bulog Divre Lampung Faisal saat dihubungi di Bandarlampung, Selasa (27/4/2021).
Menurutnya, selama pelaksanaan operasi pasar serta pasar murah ada sebanyak 40 hingga 50 ton beras yang tersalurkan per hari kepada masyarakat.
"Yang tersalurkan setiap hari saat pelaksanaan operasi pasar atau pun pasar murah berkisar 40 ton hingga 50 ton per hari, untuk pasar murah kita bekerja sama juga dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan," ujarnya.
Ia mengatakan untuk melakukan pendistribusian komoditas, Bulog telah memanfaatkan perdagangan elektronik guna mencegah persebaran Covid-19.
"Selama pandemi Covid-19 kami menggunakan pola digitalisasi dalam menjual produk yakni melalui e-commerce untuk mencegah kerumunan, lalu ada pula pemasaran melalui rumah binaan, koperasi serta toko pangan," tuturnya.
Dia menjelaskan dalam melaksanakan tugas memenuhi kebutuhan publik akan beras tercatat telah mencapai 80 persen setiap bulannya.
"Kami selain melakukan penyerapan gabah di tingkat petani juga harus melakukan penyaluran beras kepada masyarakat dan ini membutuhkan bantuan dari pemerintah setempat agar beras dapat tersalur kemasyarakatan, sehingga petani pun terpacu untuk menjual hasil produksinya," katanya.
Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil produk pertanian memiliki luas baku sawah 361.699 hektare.
Baca Juga: 7 Gaya Hijab Awkarin Ini Bisa Buat Inspirasi OOTD Ramadhan 2021
Pada 2019 panen padi mencapai 464.103 hektare dengan produktivitas 2,16 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 1,24 juta ton beras dan pada 2021 target tanam padi Lampung diperkirakan mencapai 3 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pangan Lampung dan sejumlah daerah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!