"Publik menunggu latar belakang politiknya apa. lain kalau Munarman ditangkap pas lagi ugal-ugalan," terangnya.
Lebih lanjut, Rocky Gerung membahas soal terorisme. Menurut dia, kepolisan saat gelar perkara perlu mengikutsertakan keterangan pakar yang bisa menerangkan dengan jelas.
Pasalnya, selama ini publik menurut dia kerap beranggapan bahwa sudah pasti seorang teroris adalah muslim dan antipemerintahan atau Jokowi.
Apabila pihak penegak hukum tak melakukan penyidikan dengan benar, maka menurut Rocky Gerung rentan muncul olok-olokan dari pubik.
"Akhirnya kita mesti lakukan pendidikan publik. Teroris gak ada hubungan dengan agama dan anti-kekuasaan. Bagian ini tidak disambungkan negara. Soal-soal beginian yang akan jadi perbincangan publik," tukas Rocky Gerung.
"Hukum atau proses pengadilan Munarman akan diolok orang karena publik tidak percaya. Saya mengerti ada beban besar Kapolri antara menegakkan hukum dan menerangkan ke masyarakat apa itu kasusnya. Karena tadi kepercayaan yang memburuk tidak bagus untuk negara hukum. Kalau orang gak percaya hukum, buat apa negara ini hukum. Ini konyolnya kekuasaan kita," tandas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan