Suara.com - Seorang pengacara Mesir di luar negeri pada Selasa (27/4/2021) mengatakan, bahwa otoritas Mesir mengeluarkan perintah pembebasan puluhan anggota oposisi yang dipenjara, termasuk anggota Ikhwanul Muslimin di Kairo dan Alexandria.
"Informasi yang tersedia dari Alexandria mengungkapkan bahwa perintah pembebasan yudisial dikeluarkan dalam beberapa hari terakhir untuk 62 hingga 72 anggota oposisi (dari Ikhwanul Muslimin)," kata Direktur Adala Foundation untuk Hak Asasi Manusia Mahmoud Jaber kepada Anadolu Agency.
Dia pada Selasa mengatakan beberapa anggota kelompok Ikhwanul Muslimin telah dibebaskan, termasuk Hosni Jebril, salah satu ulama kelompok itu, sementara yang lain menunggu pemeriksaan keamanan setelah itu mereka dapat dibebaskan.
Sumber Ikhwanul Muslimin pekan lalu mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ada perintah awal untuk membebaskan puluhan anggota kelompok itu di Alexandria.
Jaber mengatakan bahwa beberapa orang di Kairo telah dibebaskan, termasuk tokoh oposisi Majdi Hussein dan jurnalis Sulafa Majdi.
Jaber mengungkapkan meski ada perkembangan dalam pembebasan tokoh oposisi yang dipenjara, namun masih ada kasus anggota oposisi yang ditangkap.
Kelompok hak asasi manusia di luar Mesir pada Senin mengatakan bahwa otoritas mengeksekusi 17 warga Mesir yang mereka klaim terlibat dalam pembunuhan 13 polisi pada tahun 2013 dalam kasus yang dikenal sebagai pembantaian Kerdasa.
Namun Mesir mengumumkan telah mengeksekusi sembilan terdakwa yang dihukum dalam kasus tersebut.
Sementara itu, Mesir pada Senin mengumumkan pengampunan oleh presiden untuk 2.674 tahanan dalam rangka pembebasan semenanjung Sinai timur.
Baca Juga: Arkeolog Mesir Temukan 110 Makam Kuno di Dekat Sungai Nil
Jaber mencatat bahwa masih belum jelas apakah grasi presiden Mesir itu akan mencakup tahanan politik.
Pihak berwenang belum mengomentari perkembangan ini tetapi berulang kali mengatakan tidak ada tahanan politik yang ditahan di penjara Mesir - klaim yang ditolak oleh kelompok hak asasi manusia.
Menyusul penggulingan mantan Presiden Mohammed Morsi pada 2013, otoritas Mesir menganiaya anggota dan pemimpin Ikhwanul Muslimin dan melarang kelompok tersebut. (Sumber: Anadolu)
Berita Terkait
-
Arkeolog Mesir Temukan 110 Makam Kuno di Dekat Sungai Nil
-
Cerita Pelaut Bisa Pulang Setelah Empat Tahun Ditelantarkan di Kapal
-
Terjadi Kecelakaan Kereta Api Lagi di Mesir, Hampir 100 Orang Jadi Korban
-
Kereta Tergelincir di Mesir, 11 Penumpang Tewas dan 98 Luka-luka
-
Sumbat Terusan Suez selama Seminggu, Otoritas Tuntut Kompensasi Rp 13 T
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi
-
10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
-
Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan