Suara.com - Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA), sayap bersenjata dari KNU yang menguasai wilayah Myanmar timur dekat perbatasan Thailand, berhasil merebut pangkalan militer di lokasi kekuasaannya.
Menyadur Taipei Times Rabu (28/09), pasukan etnis Myanmar ini bersekutu dengan gerakan yang melawan kudeta. Militer Myanmar langsung melancarkan serangan udara, beberapa jam setelah KNLA membakar pangkalan mereka.
Selain melancarkan tembakan, militer juga dilaporkan menghancurkan desa dengan bom. Seorang warga Thailand dilaporkan terkena peluru nyasar.
Dave Eubank dari Free Burma Rangers, sebuah kelompok bantuan kemanusiaan mengonfirmasi adanya serangan udara di desa-desa Karen di dua kota kecil di Distrik Papun.
Juru bicara Persatuan Nasional Karen (KNU), mengatakan bahwa sayap bersenjatanya menyerang pangkalan itu pada pukul 5 pagi dan membakarnya tepat setelah fajar.
Jumlah korban belum diketahui, kata Kepala KNU Bidang Luar Negeri Padoh Saw Taw Nee melalui pesan singkat. Sementara ini belum ada komentar langsung dari pemerintah militer Myanmar.
Rekaman video dari sisi perbatasan Thailand menunjukkan api membumbung dari posisi pemerintah di tepi Sungai Salween yang menandai perbatasan, di tengah suara tembakan senjata yang hebat.
Laporan situs berita online Pusat Informasi Karen mengatakan seorang warga melihat tujuh tentara pemerintah mencoba melarikan diri dari kamp, yang berseberangan dengan Desa Mae Sam Laep di Thailand.
Baca Juga: Aktivis: 753 Orang Tewas Dalam 85 Hari Sejak Kudeta Myanmar
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua