News / Internasional
Rabu, 05 Mei 2021 | 13:45 WIB
Ilustrasi perbatasan. (Pexels/Josh Sorenson)

Suara.com - Seorang petani lokal melakukan kesalahan besar yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, yaitu menggeser batas negara saat menggarap sawah.

Menyadur People Rabu (05/05), petani ini menggeser batu pembatas antara Prancis dan Belgia yang berusia ratusan tahun sekitar 7,5 kaki dengan traktornya.

Batu itu berasal dari tahun 1819 dan telah ditempatkan sebelum Perjanjian Kortrijk yang secara resmi menetapkan perbatasan 390 mil antara kedua negara pada tahun 1820.

Menanggapi hal ini, wali kota Erquelinnes David Lavaux bergurau karena kota barunya jadi lebih besar dan ia ingin batu perbatasannya dikembalikan.

"Kami tak tertarik memperluas kota atau desa. Dia membuat Belgia lebih besar dan Prancis lebih kecil. Itu bukan ide yang bagus," katanya. "Saya senang, kota saya lebih besar. Tapi wali kota Bousignies-sur-Roc sepertinya tidak setuju."

Ilustrasi perbatasan. (Pexels/SplitShire)

Lavaux mengatakan peristiwa ini dapat diselesaikan dengan damai jika petani itu setuju untuk mengembalikan batunya ke tempat semula.

"Jika dia menunjukkan niat baik, dia tidak akan memiliki masalah, kami akan menyelesaikan masalah ini secara damai," kata Lavaux.

Sementara itu, wali kota Bousignies-sur-Roc Aurélie Welonek mengatakan dalam wawancara berita Prancis bahwa negara-negara ini rukun, jadi tidak ada kekhawatiran besar yang dilaporkan.

"Saya sepenuhnya mempercayai rekan Belgia saya untuk menyelesaikan masalah ini dengan petani. Kami memintanya untuk memindahkan batunya kembali."

Baca Juga: Perketat Perbatasan, Polres Sleman Tilang Travel Gelap Muatan Pemudik

Namun ia mengatakan, jika masalahnya jadi rumit, maka Kementerian Luar Negeri terpaksa terlibat.

"Kami menertawakan ini lebih dari apa pun, ini tidak terlalu serius. Kami akan mengembalikan perbatasan ke tempatnya. Tujuan kami bukan membuat Belgia lebih besar dan Prancis lebih kecil," jelas Lavaux.

Load More