Suara.com - Seorang petani lokal melakukan kesalahan besar yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, yaitu menggeser batas negara saat menggarap sawah.
Menyadur People Rabu (05/05), petani ini menggeser batu pembatas antara Prancis dan Belgia yang berusia ratusan tahun sekitar 7,5 kaki dengan traktornya.
Batu itu berasal dari tahun 1819 dan telah ditempatkan sebelum Perjanjian Kortrijk yang secara resmi menetapkan perbatasan 390 mil antara kedua negara pada tahun 1820.
Menanggapi hal ini, wali kota Erquelinnes David Lavaux bergurau karena kota barunya jadi lebih besar dan ia ingin batu perbatasannya dikembalikan.
"Kami tak tertarik memperluas kota atau desa. Dia membuat Belgia lebih besar dan Prancis lebih kecil. Itu bukan ide yang bagus," katanya. "Saya senang, kota saya lebih besar. Tapi wali kota Bousignies-sur-Roc sepertinya tidak setuju."
Lavaux mengatakan peristiwa ini dapat diselesaikan dengan damai jika petani itu setuju untuk mengembalikan batunya ke tempat semula.
"Jika dia menunjukkan niat baik, dia tidak akan memiliki masalah, kami akan menyelesaikan masalah ini secara damai," kata Lavaux.
Sementara itu, wali kota Bousignies-sur-Roc Aurélie Welonek mengatakan dalam wawancara berita Prancis bahwa negara-negara ini rukun, jadi tidak ada kekhawatiran besar yang dilaporkan.
"Saya sepenuhnya mempercayai rekan Belgia saya untuk menyelesaikan masalah ini dengan petani. Kami memintanya untuk memindahkan batunya kembali."
Baca Juga: Perketat Perbatasan, Polres Sleman Tilang Travel Gelap Muatan Pemudik
Namun ia mengatakan, jika masalahnya jadi rumit, maka Kementerian Luar Negeri terpaksa terlibat.
"Kami menertawakan ini lebih dari apa pun, ini tidak terlalu serius. Kami akan mengembalikan perbatasan ke tempatnya. Tujuan kami bukan membuat Belgia lebih besar dan Prancis lebih kecil," jelas Lavaux.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer