News / Internasional
Rabu, 05 Mei 2021 | 18:18 WIB
Lokasi kremasi di India. [Manjunath Kiran/AFP]

Suara.com - Pengadilan India mengatakan bahwa kematian pasien Covid-19 akibat kekurangan oksigen adalah "tindakan kriminal seperti genosida.

"Kematian pasien Covid karena tidak memasok oksigen ke rumah sakit adalah tindakan kriminal dan tidak kurang dari genosida oleh mereka yang telah dipercayakan tugas tersebut untuk memastikan pengadaan berkelanjutan dan rantai pasokan oksigen medis," jelas Pengadilan Tinggi Allahabad, disadur dari CNN, (Rabu (5/5/2021).

Pengadilan Tinggi tersebut merupakan perwakilan yuridiksi atas negara bagian Uttar Pradesh, salah satu wilayah terpadat di India.

Sebuah pengadilan membuat pernyataan tersebut selama sidang terkait krisis Covid-19 di Uttar Pradesh, yang merupakan salah satu negara bagian terparah.

Dalam kritik keras terhadap penanganan krisis oleh pemerintah Uttar Pradesh, pengadilan tinggi mengutip sebuah video yang menunjukkan penimbunan tabung oksigen dan pelecehan terhadap orang-orang miskin yang mengemis untuk meminta tabung oksigen.

"Kami menemukan berita ini menunjukkan gambaran yang cukup bertentangan dengan klaim pemerintah (negara bagian) bahwa ada cukup pasokan oksigen," jelas pengadilan.

Pengadilan juga menunjukkan dua laporan pasien Covid-19 yang diduga meninggal karena kekurangan oksigen di kota Meerut dan Lucknow.

Pengadilan juga memberikan arahan kepada pemerintah negara bagian untuk mengambil "tindakan perbaikan segera" dan memerintahkan penyelidikan atas dua kasus tersebut.

Pemerintah negara bagian belum secara resmi menanggapi putusan tersebut.

Baca Juga: MB Farm, Korban PHK COVID-19 Bertani di Kubah Masjid Jami Baitussalam

Pengadilan juga mencatat bahwa adanya dugaan pelanggaran protokol dan pedoman Covid-19 saat penghitungan suara dalam pemilihan lokal yang diadakan baru-baru ini.

Pengadilan tinggi New Delhi juga ikut mengecam pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi atas krisis oksigen yang terjadi.

Beberapa rumah sakit di New Delhi juga sudah menghubungi pengadilan untuk meminta bantuan sehubungan dengan krisis yang terjadi sejak bulan April lalu.

Load More