Suara.com - Warga sekitar mengaku sempat beberapa kali melihat mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan stiker Negara Kekaisaran Sunda Nusantara milik Rusdi Karepesina. Namun, warga hanya melihat stiker saja yang tertempel, bukan pelat nomor palsu dengan kode SN 45 RSD.
Demikian disampaikan Ketua RT 06/07, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Arif Indra, Rabu (5/5/2021) sore. Menurut dia, sehari-hari Rusdi hanya menggunakan pelat nomor biasa seperti yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian.
"Dulu setahu saya hanya ada stiker itu menempel di mobilnya. Kalau pelat nomornya tidak pernah lihat. Pelat biasa saja," ungkap Arif Indra saat dikonfirmasi wartawan.
Arif mengatakan, baik dirinya maupun warga sekitar tidak pernah mengetahui aktivitas Rusdi yang berkaitan dengan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Dia menyebutkan jika Rusdi adalah warga biasa yang terbilang aktif di lingkungan sehari-hari.
"Sehari-hari biasa ya, beliau warga yang baik di lingkungan. Mengenai Negara Kekaisaran Sunda Nusantara saya juga kurang tahu kalau beliau punya keterlibatan apa. Yang jelas dia biasa-biasa saja," ujarnya.
Terkait kehebohan Rusdi hari ini yang menggunakan plat palsu di mobil Pajero miliknya, Arif mengaku kaget. Bahkan, dia baru mengetahui pemberitaan itu dari warga sekitar.
"Justru itu, saya tidak pernah dengar dan warga cukup kaget juga. Bahkan saya dapat info dari warga perihal ini. Tapi saya gak pernah tahu kalau beliau terlibat dalam kekaisaran itu," sambungnya.
Pantauan Suara.com di lokasi sore tadi, terlihat rumah berwarna hijau milik Rusdi sepi. Hanya ada dua unit sepeda motor, satu mobil mainan berukuran sedang, dan satu sepeda anak-anak terparkir di halaman rumahnya.
Pada kaca rumah Rusdi, tertempel stiker Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Sejumlah tetangga yang tinggal tak jauh dari rumah Rusdi pun enggan dimintai keterangan.
Baca Juga: Rusdi Karepesina Ternyata Kepala Seksi Keamanan Lingkungan Sekitar
Ditilang
Kendaraan Pajero Sport dengan plat nomor SN 45 RSD milik Rusdi Karepesina awalnya terjaring razia di Gerbang Tol Cawang, Jakarta Timur. Saat diperiksa polisi, dia dan satu penumpangnya mengaku sebagai warga Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.
Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan mereka terjaring razia sekira pukul 11.00 WIB siang tadi. Keduanya kekinian tengah diperiksa secara intensif.
"Kami amankan dua orang semuanya mengaku warga Negara Kekaisaran Sunda Nusantara," kata Akmal kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).
Kendaraan tersebut saat ini pun telah diamankan sebagai barang bukti lantaran tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi. Mereka dikenakan sanksi tilang sebagaiman diatur dalam Pasal 288 dan 280 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah