Suara.com - Seorang pria yang kehilangan satu jarinya karena mengalami kecelakaan saat bekerja, masih menyimpan potongan jarinya dan menggunakan untuk membuka smartphone miliknya.
Menyadur The Sun, Sabtu (8/5/2021) Kieran Higgins kehilangan ujung jari telunjuknya karena tertimpa crane di tempat ia bekerja.
Setelah mengalami kecelakaan tersebut, dia langsung pergi ke klinik terdekat sembari membawa potongan jarinya tersebut yang terbungkus plastik.
Namun, ia harus berpindah ke sebuah rumah sakit yang jaraknya sekitar 15 mil karena luka yang dialaminya terlalu parah.
Saat menuju rumah sakit, ia sudah mendapatkan obat penghilang rasa sakit, antibiotik. Saat pergi ke rumah sakit, pria 56 tahun tersebut juga membawa dan ujung jarinya yang terpuru sekitar satu inci.
Setelah sembuh, Kieran menganggap akan membutuhkan potongan jari tersebut sebagai "bukti" jika dia harus membuat klaim asuransi.
Kieran kemudian mengawetkan potongan jarinya dengan cara memasukkannya ke dalam toples yang sudah diisi dengan cairan alkohol.
Setlah dua minggu tersimpan, Kieran memutuskan untuk mencoba apakah potongan jarinya tersebut masih bisa untuk menyalakan Samsung Galaxy A20-nya.
"Saya menyusun rencana yang licik. Saya mengekstrak ujung jari dari kuburan alkohol obat, mengeringkannya dan eureka!" ujar Kieran.
Baca Juga: Mur Tidak Bisa Lepas dari Jari Bocah di Bekasi, Damkar Turun Tangan
"Saya berhasil mendaftarkan jari saya yang mati ke ponsel saya." tukasnya.
Kieran, yang tinggal di pedesaan Spanyol, menjelaskan jika tindakannya menyimpan potongan jarinya adalah satu ide yang bagus.
"Anda tidak pernah tahu kapan ini akan berubah menjadi buruk, jadi saya menyimpannya jika ada yang bertanya kepada saya karena perusahaan asuransi tidak mau membayar." sambungnya.
Lucas Francese, manajer perangkat biometrik di perusahaan kedirgantaraan Prancis Thales, mengatakan teknologi standar di pasar menghentikan jari palsu, seperti yang dibuat dari karet atau gelatin, agar tidak berfungsi.
"Itu memungkinkan jari-jari asli, hidup atau mati, untuk bekerja." jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!